in

RS PKU Muhammadiyah Boja Resmi Beroperasi

Acara grand opening RS PKU Muhammadiyah Boja, Kamis (4/4/2024).

HALO KENDAL – RS PKU Muhammadiyah Boja Kabupaten Kendal resmi beroperasi. Diharapkan rumah sakit baru ini dapat bersinergi dengan rumah sakit milik Muhammadiyah di Kendal yang sudah lebih dulu berdiri dan beroperasi. Yaitu RSI Weleri, RSDI Kaliwungu, dan RS PKU Aisyiah Truko, Kangkung.

Hal itu disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Kendal, KH Ikhsan Inrizam, saat grand opening RS PKU Muhammadiyah Boja, Kamis sore (4/4/2024).

“Pesan kami kepada seluruh pegawai di RS PKU Boja, dalam bekerja di rumah sakit Muhammadiyah diniati ibadah. Artinya, jadikan semua pelayanan kepada semua pasien sebagai bentuk ibadah kepada Allah sehingga mendapat balasan di dunia dan di akhirat,” ujarnya.

Menyinggung tentang rumah sakit milik Muhammadiyah, Ikhsan mengungkapkan ada dua kata, yaitu Amal dan Usaha. Menurutnya, kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan.

“Amal adalah perbuatan yang dilandasi ikhlas dan berorientasi pada akhirat. Sedangkan usaha dalam konteks bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan Muhammadiyah untuk menghasilkan profit,” ungkapnya.

Sementara, Direktur RS PKU Muhammadiyah Boja, dr Arfa Bima Rizqina mengatakan, rumah sakit dibuka setelah melakukan visitasi tanggal 9 Maret kemarin, izin operasional 29 Maret kemarin.

“Diharapkan dengan grand opening ini dapat diinformasikan kepada masyarakat luas, bahwa RS PKU Boja siap melayani di bidang kesehatan. Dan Alhamdulillah, sampai hari ini sudah ada pasien yang rawat inap,” ujarnya.

Arfa menjelaskan rumah sakit PKU Muhammadiyah Boja tipe D dan merupakan rumah sakit ke 4 milik Muhammadiyah di Kab. Kendal.

“Untuk kelas satu memiliki enam tempat tidur, kelas dua tersedia 15 tempat tidur, kelas tiga ada 24 tempat tidur. Kemudian ruang ICU ada lima tempat tidur, ruang isolasi lima tempat tidur, ruang Perinatologi tiga tempat tidur, dan satu ruangan operasi instalasi bedah sentral” jelasnya.

Arfa menambahkan, RS PKU Muhammadiyah Boja juga menyediakan empat dasar pelayanan, yakni penyakit dalam, kesehatan anak, Kandungan dan bedah. “Selain itu, kami juga ditunjang oleh tiga dokter. Yaitu dokter patologi klinik, dokter anastasi, dan dokter radilogi,” imbuhnya.

Sedangkan Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Agus Dwi Lestari mengatakan, RS PKU Muhammadiyah Boja dibangun dengan anggaran Rp 22 milyar lebih, dibangun di atas tanah seluas 5.816 meter persegi dengan luas bangunan 1.200 meter persegi dan mampu menampung sekitar 59 pasien rawat inap.

“Dengan pelayanan-pelayanan tersebut diharapkan rumah sakit ini sebagai pusat pelayanan terdekat di bidang kesehatan bagi masyarakat Boja dan sekitarnya yang merupakan berpenduduk terbanyak di Kabupaten Kendal,” ujarnya
Agus Dwi juga berpesan, RS PKU Muhammadiyah Boja jangan dijadikan sebagai tempat untuk mencari keuntungan, berorientasi pada bisnis semata. Tetapi lebih sebagai tempat melayani ummat di bidang kesehatan dan menjadi pusat kesehatan masyarakat tingkat pertama.

“Pesan Bapak Bupati kepada semua unsur yang terlibat di rumah sakit ini, supaya ikut mendukung dan memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan pelayanan prima dengan niatan yang ikhlas,” ungkapnya.

Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrohman mengatakan, atas nama PP Muhammadiyah, dirinya merasa bangga dan bersyukur atas hadirnya RS PKU Muhammadiyah Boja.

Dijelaskan, RS PKU Muhammadiyah Boja merupakan rumah sakit urutan ke 125 milik Muhammadiyah yang beroperasi dan mendapatkan izin dari pemerintah.

“Rumah Sakit Muhammadiyah yang terdaftar itu banyak, tetapi sedang proses pembangunan, adapun yang beroperasi dan mendapat izin sampai saat ini sudah ada 125 rumah sakit, termasuk RS PKU Muhammadiyah Boja,” jelas Taufiqurrohman. (HS-06)

 

Ungkap WN Malaysia Tinggal Secara Ilegal di Indonesia, Imigrasi Semarang Pastikan Segera Disidang

Pegadaian Kanwil Semarang Berangkatkan Rombongan Mudik Asyik 2024 ke Berbagai Daerah