HALO SEMARANG – Setidaknya ada 370 pedagang yang ikut meramaikan Pasar Dugderan untuk menyambut bulan suci Ramadan 2024 di Kawasan Pasar Johar dan Alun-Alun Masjid Agung Semarang (MAS) atau Masjid Kauman. Kegiatan Pasar Dugderan akan berlangsung selama 10 hari, sejak 28 Februari – 8 Maret 2024.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sutrisno mengatakan, total ada 370-an lapak pedagang yang meramaikan Pasar Dugderan tahun ini. Para pedagang tersebut berasal dari kelompok atau paguyuban yang ada di Pasar Johar maupun Masjid Kauman.
“Kami melibatkan dari empat paguyuban pedagang, dan kuotanya yang terbanyak memang diberikan untuk pedagang dari Masjid Kauman, karena kan tiap kali event Pasar Dugderan sudah identik dengan acaranya Masjid Kauman,” katanya, Rabu (28/2/2024).
Dikatakan dia, titik lapak yang ditempati pedagang yaitu ada di sepanjang salah satu lajur dari ruas Jalan Ki Narto Sabdo atau seberang Hotel Metro Park View, depan Masjid Kauman atau sepanjang jalan Alun-alun Barat, lalu depan Kantor Dinas Perdagangan.
Diharapkan, dengan pengaturan lapak tersebut akses jalan untuk pengendara tidak terganggu.
“Lapak pedagang ditempatkan di salah satu jalur ruas Jalan Ki Narto Sabdo yang menempel di Alun-Alun Masjid Kauman, dengan tujuan agar akses jalan untuk kendaraan di seberang Hotel Metro Park View lancar,” imbuhnya.
Pedagang yang berjualan, lanjut dia, mulai dari kuliner, pakaian, dan mainan anak seperti gerabah, kapal-kapalan dan lainnya.
“Kalau pedagang mainan anak seperti kapal Otok-otok, gerabah menempati lapaknya di depan Kantor Dinas Perdagangan. Atau pedagang, kuliner dan minuman maupun pakaian di sepanjang salah satu jalur ruas Jalan Ki Narto Sabdo,” ujarnya.
Sedangkan dari segi tampilannya, menurutnya, sedikit agak berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk Pasar Rakyat tahun ini tanpa ada wahana permainan berukuran besar, seperti Bianglala, Tong Stand, Perahu Putar atau Kora-kora, maupun permainan Helikopter. Sebab, pihaknya tidak ingin mengulangi kejadian kecelakaan wahana permainan seperti kemarin.
“Bu Wali Kota minta Pasar Dugderan tahun ini membuat warga senang, suasana nyaman terkendali dan bisa dinikmati oleh semua masyarakat. Ini juga untuk antisipasi adanya kejadian kecelakaan yang sempat melibatkan wahana permainan di pasar malam,” ungkapnya.
Meski demikian, masih ada wahana permainan anak yang bisa untuk dinikmati di Pasar Dugderan yakni seperti kereta kelinci, dan mobil-mobilan.
“Saya imbau pedagang yang berjualan untuk tetap menjaga kebersihan selama event Pasar Dugderan berlangsung. Kami harapkan pada 9 Maret 2024, kondisi di sana kembali bersih seperti semula, tidak ada lagi yang menggelar dagangannya,” harapnya.
Salah satu pedagang Pasar Dugderan, Imam Wahyudi, (53) mengatakan, dirinya tiap tahun ikut, tidak pernah absen untuk meramaikan Pasar Dugderan di Johar.
Dirinya bersama ratusan pedagang lainnya pun berharap Pasar Dugderan tahun ini lapaknya ramai dikunjungi pengunjung.
“Ini persiapan untuk buka jualan, mulai hari ini menempati lapak saya. Biasanya sore sampai malam hari pengunjung mulai ramai,” katanya, saat ditemui di lapak kulinernya, Rabu (28/2/2024).
Adapun waktu berjualan di lapaknya, lanjut dia, sampai 8 Maret 2024 mendatang.
“Kalau bukanya tiap hari dari pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB. Startnya habis ashar sampai malam pengunjung banyak yang datang. Semoga tahun ini, bisa laku banyak dan laris,” pungkasnya. (HS-06)