HALO BANYUMAS – Angka kematian ibu dan bayi di Kabipaten Banyumas masih tergolong tinggi. Pj Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro meminta agar tahun ini angka tersebut bisa turun.
Persoalan tingginya angka kematian ibu dan bayi tersebut, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, Widyana Grehastuti, kepada Pj Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro.
Tim Dinas Kesehatan Banyumas, diterima Pj Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, di Ruang Joko Kahiman Kompleks Pendopo Si Panji, baru-baru ini.
Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Kesehatan, Widyana Grehastuti memaparkan permasalahan angka kematian ibu dan bayi di Banyumas, yang tergolong masih tinggi.
“Pada tahun 2023, di Banyumas terdapat 22.677 jumlah ibu hamil dengan hamil resti (risiko tinggi) sebanyak 6.213 atau 27.39% dengan 19 kasus untuk kematian ibu,” kata dia, seperti dirilis banyumaskab.go.id,
Ia menuturkan tingginya angka ibu hamil dengan risiko tinggi, disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari preeaklampsia, kurang energi kalori, anemia hingga kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun.
“Sementara itu pada 19 kasus kematian yang terjadi paling banyak, disebabkan oleh penyakit bawaan seperti tumor otak, hepar kronis dan lain-lain sebanyak 6 kasus. Kemudian disusul dengan perdarahan dan pre-aklampia masing-masing 5 kasus, serta jantung, TBC dan emboli air ketuban masing-masing 1 kasus,” tuturnya
Namun demikian dari 19 kasus, 17 kasus termasuk dapat dicegah dan 2 kasus masuk dalam kategori tidak hingga ia yakin kasus kematian ibu di Banyumas dapat diturunkan pada tahun 2024
Sementara untuk angka kematian bayi dr Widyana menuturkan terdapat 256 kasus dengan faktor penyebab tertinggi yakni bayi dengan berat badan lahir rendah sebanyak 98 kasus
“Oleh karena itu lotus monitoring kami ke depan mengenai berat badan bayi kecil,” ujarnya
Pj Bupati Hanung, dalam arahannya mengaku prihatin dengan kondisi yang cukup tinggi untuk angka kematian ibu dan bayi di Banyumas.
Ia merasa harus ada langkah cepat yang dilakukan untuk menurunkan kasus tersebut
“Strategi harus dilakukan. Dan saya ingin di tahun 2024 kasus dapat berkurang sesuai target,” ujarnya
Ia menyarankan untuk dibentuk tim penurunan angka kematian ibu dan bayi dan dilakukan evaluasi tiap minggunya yang akan ia kawal langsung
“2024 rumuskan strategi, identifikasi masalah, rumuskan program dan siapkan timeline. Lalu jangan lupa untuk siapkan target yang harus diturunkan,” ucapnya. (HS-08)