in

2023 Zero Terrorist Attack, Kepala BNPT : Kita Perlu Tetap Waspada

Senior Level Meeting Densus 88, di Jakarta, baru-baru ini. (Foto : bnpt.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Mohammed Rycko Amelza Dahniel, mengatakan starategi penanggulangan terorisme akan fokus pada mencegah, mempersiapkan melindungi, memberantas dan bermitra dalam upaya Penanggulangan Terorisme bersama BNPT.

“Strategi Nasional Penanggulangan Terorisme akan berfokus pada mencegah, mempersiapkan, melindungi, memberantas dan bermitra,” ujar Kepala BNPT dalam acara Senior Level Meeting Densus 88, di Jakarta, baru-baru ini.

Dirinya menambahkan, kewaspadaan terhadap ancaman terorisme, juga harus perlu ada, meskipun pada tahun 2023 telah terjadi fenomena zero terrorist attack.

“Kita perlu tetap waspada, fenomena zero attack tersebut merupakan fenomena yang muncul di atas permukaan dari teori gunung es,” kata Kepala BNPT, seperti dirilis bnpt.go.id.

Kepala BNPT menitikberatkan kewaspadaan yang dia maksud, adalah pada proses radikalisasi warga masyarakat.

Adapun kelompok yang rentan menjadi sasaran radikalisasi, adalah perempuan, remaja, dan anak-anak,

Kegiatan radikalisasi tersebut, menurut dia juga masih terus berlangsung, utamanya melalui internet.

“Proses radikalisasi tersebut dengan adanya peningkatan migrasi pada masyarakat di provinsi dan kota-kota di Indonesia, dari intoleran pasif menjadi intoleran aktif, dan dari intoleran aktif menjadi terpapar,” jelasnya.

Dengan hasil yang didapatkan selama 2023 lalu, tak lupa Jenderal Kepolisian bintang tiga tersebut memberikan apresiasi menjaga kondisi Indonesia yang aman dari serangan teroris sepanjang 2023.

“Apresiasi perlu diberikan kepada kita semua, khususnya aparat penegak hukum seperti Densus 88 AT Polri, atas kerja keras dan kinerjanya sehingga mampu menjaga kondisi Indonesia yang aman dari serangan teroris sepanjang 2023.,” kata Rycko.

Tangkap Teroris

Sementara itu kemarin Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, kembali menangkap 2 orang terduga teroris. Mereka ditangkap di wilayah Boyolali, Jawa Tengah dan Magetan, Jawa Timur.

“Update terbaru, ditangkap dua orang. Satu di Jawa Tengah dan satu di Jawa Timur. Proses penyidikan masih terus dilakukan oleh Densus 88 Antiteror Polri,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Rabu (31/1/2024), seperti dirilis humas.polri.go.id.

Meski demikian, Trunoyudo belum mengungkap identitas termasuk jaringan para terduga teroris itu.

Namun diduga, kedua teroris ini masih memiliki kaitannya dengan 10 teroris yang lebih dulu ditangkap di wilayah Solo Raya.

“Masih merupakan bagian perkembangan proses penyidikan terhadap ke 10 tersangka terduga teroris sebelumnya,” jelasnya.

Penangkapan terhadap 10 teroris itu sebelumnya dilakukan di Solo Raya tepatnya di Kota Solo, Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, dan Boyolali, pada Kamis (25/1) kemarin.

Para terduga teroris itu berinisial S alias M, M alias R, T alias A, P alias K, N alias A, T alias J, E alias W, N, SU dan MU. Mereka tergabung dalam jaringan Jemaah Islamiyah.

Para terduga teroris ini memiliki peran yang berbeda-beda. Mulai dari memfasilitasi kegiatan, menyembunyikan DPO/pelarian hingga pencarian dana, logistik berupa senjata api dan senjata tajam, hingga aspek pengembangan kapasitas dan keahlian. (HS-08)

Lagi….. Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Jateng dan Jatim

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Kamis (1/2/2024)