HALO SPORT – Petarung kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC), Dustin Poirier, akan kembali ke oktagon untuk meladeni Benoit Saint-Denis, 9 Maret mendatang.
The Diamond, julukan Poirier, diposisikan sebagai favorit.
Sementara Saint-Denis menjadi petarung underdog.
Dustin memang unggul dalam hal peringkat dan pengalaman.
Meski demikian, Justin Gaethje, yang juga jagoan divisi ringan UFC, malah menjagokan Benoit.
’’Saya pikir keberuntungan dan kesempatan adalah faktor yang penting dalam mixed martial arts (MMA), dan saya yakin Benoit berpotensi untuk mengalahkan Dustin,’’ ujar Gaethje seperti dilansir dari Championat.
Poirier (35) menguasai jiu-jitsu Brasil dan memiliki catatan 29-8 plus sekali no contest.
Adapun Saint-Denis (28) punya rekor 13 kali menang, sekali kalah, dan satu kali no contest.
Petarung asal Prancis ini menguasai judo dan gulat.
’’Gulat adalah permainan yang berbahaya dengan elemen peluang. Benoit punya modal kemampuan untuk melakukannya,’’ jelas Justin.
Menurut dia, Poirier merupakan lawan yang paling pas buat God of War julukan Saint-Denis.
Gaethje merupakan petarung yang sangat mengenal Poirier.
Keduanyah pernah bertemu sebanyak dua kali di oktagon dengan skor imbang 1-1.
Pada laga terakhir, 29 Juli 2023, Poirier ditundukkan Gaethje.
Sementara Saint-Denis menang KO atas Matt Frevola pada 11 November 2023.
Satu-satunya kekalahan God of War adalah saat menghadapi Elizeu Zaleski dos Santos, tiga tahun lalu. (HS-06)