in

Kemenag Integrasikan PMB PTKIN dengan Beasiswa Indonesia Bangkit

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) 2024, Nyayu Khodijah. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) 2024, Nyayu Khodijah, mengatakan Kementerian Agama (Kemenag), akan mengintegrasikan proses PMB PTKIN dengan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal itu disampaikan, Nyayu Khodijah, yang juga Rektor UIN Raden Fatah Palembang, setelah menghadiri Rilis Pembukaan PMB PTKIN oleh Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Jumat (19/1/2023).

“Kami akan mengintegrasikan proses PMB PTKIN ini, dengan BIB dari LPDP Kementerian Keuangan. Insya Allah nanti proses seleksinya dari ujian masuk (UM) PTKIN menjadi tes awal dari proses BIB berikutnya,” kata Nyayu Khodijah, seperti dirilis kemenag.go.id.

Menurut Nyayu, sesuai arahan Menag, para siswa yang memiliki prestasi terbaik dalam PMB PTKIN, akan didukung dengan beasiswa.

“Hasil UMPTKIN tergantung pada kuota, karena biasanya yang dipilih hanya dari prodi-prodi yang unggul dan A. Lalu dari situ nanti akan dipilih yang terbaik,” kata dia.

Masukan dari Menag RI itu, menurut dia, akan menjadi bahan rencana Kemenag RI, untuk mengupayakan agar PMB PTKIN ini dapat maksimal.

“Utamanya input kita harus bagus, supaya output kita bisa berkualitas,” kata dia.

Dikatakan Nyayu, panitia PMB PTKIN akan berkoordinasi dengan para Kepala Mantor Wilayah Kemenag Provinsi.

Tujuannya, meminta mereka untuk berperan aktif memaksimalkan output terbaik dari madrasah untuk masuk PTKIN.

“Untuk yang berprestasi kita siapkan tiket emas. Bagaimana agar mereka memilih kita (PTKIN) sebagai pilihan pertama, dan tentu dengan fasilitas-fasilitas seperti bisa masuk tanpa tes, dengan uang kuliah tunggal (UKT) terendah, bahkan kita utamakan mendapatkan beasiswa yang sangat banyak jenisnya, tidak hanya BIB,” tuturnya.

Nyayu Khodijah menambahkan, ada dua pola seleksi yang dilakukan secara nasional dalam PMB PTKIN.

Pertama, Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (UM-PTKIN).

Proses seleksi nasional ini akan dilaksanakan oleh 58 PTKIN dan 1 PTN yang tersebar di seluruh Indonesia.

Terdapat 1.301 pilihan program studi, dengan rincian daya tampung 65.574 orang untuk kuota formasi SPAN-PTKIN dan 85.692 orang untuk kuota UM-PTKIN.

“Selain jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN, calon mahasiswa juga bisa mendaftar di jalur PMB Mandiri di masing-masing perguruan tinggi,” ujar Nyayu Khodijah.

Nyayu Khodijah juga menjelaskan, dalam pelaksanaan UM-PTKIN tahun 2024 tidak ada kelompok pilihan ujian bahasa, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Imu Pengetahuan Sosial (IPS) dan kejuruan.

Dengan demikian setiap lulusan dari Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau Pendidikan Diniyah Formal/ Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah/ Mu’adalahMuallimi/Mua’dalah Salafiyah akan bebas memilih program studi.

Proses pendaftaran melalui jalur SPAN-PTKIN akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Januari 2024 hingga 15 Februari 2024. Sementara pendaftaran UM-PTKIN akan dibuka dari tangga 6 Mei 2024 hingga 15 Juni 2024. (HS-08)

Sukirman: Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Harus Jadi Prioritas

Menkes Minta Rumah Sakit Vertikal Dapat Bersaing dengan Swasta