HALO SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang akan menambah pemasangan alat sensor atau Early Warning System (EWS) untuk deteksi banjir di tiga titik lokasi di Kota Semarang, yakni di Jabungan, Tambakharjo, dan Marina khusus Marina.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan bahwa pemasangan EWS atau alat sensor dan Closed Circuit Television (CCTV) guna deteksi bencana banjir pada tahun 2024 ini ditambah tiga titik lagi. Yakni Jabungan, Tambakharjo dan Marina khusus Marina.
“Pemasangan EWS yakni di titik lokasi rawan bencana banjir, dan untuk pemantauan peningkatan ketinggian air sungai signifikan,” katanya, Selasa (16/1/2024).
“Saat ini alat Early Warning System yang terpasang antara hulu dan hilir sungai di Kota Semarang ada total sebanyak 17 titik. Di antaranya, selain di BKT, Wonosari, ada Kali Tenggang Kaligawe, Kali Sringin Terboyo, Kali Banger RS Panti Wiloso Citarum. Lalu, ada Kali Silandak Kembangarum 1, 2, Kali Siangker 1, 2 dan Bendung Plumbon,” i9⁹0mbuhnya.
Titik EWS tersebut, lanjut Endro, ada yang terpasang di tahun 2023, maupun yang sudah lama aktif sebelumnya.
“Sehingga perlu ada beberapa perawatan, dan maintenance pada alat EWS,” pungkas Endro. (HS-06)