JEMBATAN Nogososro yang berada di wilayah Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan telah dibongkar menggunakan alat berat sejak beberapa hari lalu oleh Pemerintah Kota Semarang.
Sebelumnya banjir merendam sepanjang ruas Jalan Nogososro dengan ketinggian air sekitar 10-15 centimeter, akibat hujan deras selama beberapa jam dan limpasan air dari Kali Tenggang.
Jembatan Nogososro saat itu juga ikut terendam banjir, bahkan sudah beberapa kali terjadi, ketika air dari saluran di bawahnya meluap karena sedimentasi saluran yang parah.
Dari pantauan pada Kamis (4/1) siang, nampak beberapa pekerja masih ada yang melakukan pengerjaan jembatan. Setelah dibongkar, rencananya Jembatan Nogososro memang akan ditinggikan.
Salah satu warga Tlogosari, Yudi mengatakan, ruas Jalan Nogososro kerap terkena banjir saat musim hujan seperti saat ini. Sehingga hak itu sangat menggangu aktivitas warga apalagi saat ja sibuk pagi dan sore hari.
“Kalau pas mengantar anak sekolah atau berangkat kerja, jalan banjir bikin repot. Pasti becek dan kotor kena lumpur yang dibawa air ke badan jalan,” keluhnya.
Dirinya menyambut baik Jembatan Nogososro tersebut akhirnya akan diperbaiki Pemerintah Kota Semarang. Diharapkan pengerjaan bisa cepat selesai dan segera dimanfaatkan warga sekitar.
Ketua LPMK Tlogosari Kulon, Adi Pratondo mengatakan, bahwa warga sebenarnya sudah mengusulkan peninggian jembatan sejak tahun 2020 lalu, dengan bersurat ke wali kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Pihaknya juga meminta dewan dari Komisi C DPRD Kota Semarang, untuk mengawal usulan pembangunan Jembatan Nogososro. Dia mengaku bersyukur pembangunan Jembatan Nogososro akhirnya direalisasi tahun 2024 ini.
“Kami sudah mengusulkan sejak 2020. Sejak itu ada refocusing (anggaran), sampai 2024 baru bisa direalisasi,” ujarnya.
Adi mengatakan, sekarang warga menjadi lega dan tidak khawatir lagi terkena dampak limpasan air dari saluran di bawah Jembatan Nogososro. Apalagi karena saat ini dampak limpasan juga makin meluas, yaitu tak hanya di Tlogosari namun juga Muktiharjo.
“Kalau datang hujan sejam saja sudah melimpas, kemarin di RW 12, RW 15, RW 19, dan RW 20. Ini dampak dari limpasan air Kali Tenggang, limpasan ini sampai di Muktiharjo Kìdul,” paparnya.
Sementara Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Nunung Sriyanto mengatakan, jembatan tersebut akan ditinggikan. Dewan pun telah menyetujui anggaran pembangunan peninggian Jembatan Nogososro. Meksi baru akan dibangun jembatan sementara, namun peninggian sangat diperlukan untuk mengurai dampak banjir di wilayah Tlogosari, Muktiharjo, dan sekitarnya.
“Kami selaku komisi C akan mengawal pembangunan jembatan Nogososro. Dan Bu wali sudah memperhatikan usulan masyarakat. Jembatan ini sangat penting. Meski baru sementara, tapi ini mengurangi dampak banjir di Tlogosari dan sekitarnya,” ujar Nunung.
“Kalau jembatan ini tidak dibongkar, akan terus menjadi penyebab banjir di wilayah tersebut. Apalagi, sedimentasi di bawah jembatan penuh dan dangkal sehingga air meluap dan meluber ke kampung sekitar,” sambungnya.
Pihaknya juga berkomitmen mengawal pembangunan jembatan ini agar sesuai harapan masyarakat. Diakuinya, pembangunan jembatan memang membutuhkan waktu cukup lama. Masyarakat juga diharapkan bersabar menanti jembatan tersebut. Dia berharap, bahwa penyelesaian pembangunan jembatan bisa rampung pada akhir 2024. (HS-06)