in

Ikut Kegiatan Posyandu, Tim KKN Unnes Sosialisasi Pencegahan Stunting

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unnes Giat 6 mengadakan sosialisasi pencegahan stunting di Balai Desa Nglegok, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Senin (20/11/2023).

HALO SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unnes Giat 6 mengadakan sosialisasi pencegahan stunting di Balai Desa Nglegok, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Senin (20/11/2023). Sosialisasi tersebut dilakukan disela-sela kegiatan posyandu.

Ketua Kelompok KKN Desa Nglegok, Kenan Febrian mengatakan, sosialisasi itu tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah stunting. Tim Unnes menindaklanjuti persoalan yang disampaikan bidan desa, Santi Setyorini AMd Keb, di mana angka stunting di Nglegok paling tinggi di Kecamatan Ngargoyoso.

Menurut dia, KKN Unnes ikut berpartisipasi dalam kegiatan posyandu dan melakukan beberapa tindakan. Seperti halnya pengukuran Antropometri pada balita, pengukuran kadar gula darah sementara, dan mengukur Lingkar Lengan Atas (LiLA) pada ibu hamil dan menyusui.

“Keadaan dan kondisi ibu hamil merupakan salah satu faktor penyebab stunting. Oleh karena itu, pemantauan ibu hamil dan menyusui adalah salah satu cara penanggulangan,” jelas Kenan Febrian.

Adapun pengukuran gula darah sementara dan LiLA di Dusun Talok, Nglegok ini sebagai bentuk upaya pemantauan ibu hamil dan menyusui. Menurut Kenan, pemantauan gula darah pada ibu hamil dan menyusui penting karena membantu mencegah komplikasi kehamilan yang dapat memengaruhi pertumbuhan bayi.

Meskipun tidak langsung terhubung dengan stunting, kata dia, mengatur gula darah dapat mengurangi risiko bayi lahir dengan berat rendah atau prematuritas, yang bisa berkontribusi pada pencegahan stunting. Disisi lain, pengukuran LiLA pada ibu hamil dan menyusui memiliki peran penting dalam mengevaluasi status nutrisi.

Sementara, antusiasme ibu-ibu mengikuti pengukuran Antropometri di Dusun Ngungkal, Nglegok juga tinggi. Terbukti, ramainya ibu-ibu yang ikut serta dalam pengukuran Antropometri untuk anaknya.

“Pengukuran antropometri pada anak sangat penting dalam penanggulangan stunting karena memberikan informasi langsung tentang pertumbuhan dan status gizi anak. Data antropometri seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan atas membantu identifikasi dini kasus stunting,” katanya.

Selain itu memungkinkan pemantauan pertumbuhan, penyusunan intervensi yang tepat, dan memberikan edukasi kepada orang tua. Pengukuran antropometri juga dapat mengevaluasi efektivitas program-program untuk meningkatkan kesehatan serta pertumbuhan anak.(HS)

Eksotisme Pecinan Semarang Simpan Sejuta Romantisme Warga Peranakan Tionghoa

Anggap Pimblett Takut Bertarung di Oktagon