in

Pemerintah Segera Uji Coba Pembayaran Tol Tanpa Sentuh Kerja Sama Indonesia-Hunggaria

Forum Bisnis HunIndoTech 4.0 di Hotel Westin, Jakarta, baru-baru ini. (Foto : pu.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola sistem layanan jalan tol, melalui penerapan sistem transaksi nontunai nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF).

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat membuka Forum Bisnis HunIndoTech 4.0 di Hotel Westin, Jakarta, baru-baru ini mengatakan pada Desember 2023, Kementerian PUPR akan memulai uji coba penggunaan sistem transaksi tanpa kontak atau MLFF di enam ruas jalan tol, dimulai dari Jalan Tol Bali-Mandara.

“Saya sangat berharap sistem ini semakin meningkatkan pelayanan jalan tol kita melalui digitalisasi transformatif,” kata Basuki, seperti dirilis pu.go.id

Basuki mengatakan meskipun dalam prosesnya diiringi dengan berbagai tantangan, Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menyukseskan penerapan sistem MLFF ini.

“Ini adalah transisi, seperti halnya dulu kita beralih dari transaksi cash menjadi non cash dengan tapping. Teknologinya pasti sudah siap, tantangannya bagaimana implementasinya kepada masyarakat. Tetapi kami jamin Indonesia tetap berkomitmen menyukseskan penerapan sistem MLFF ini,” katanya.

Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian menjelaskan proses uji coba transisi MLFF secara terbatas di Jalan Tol Bali-Mandara, akan dilaksanakan pada minggu kedua Desember 2023 selama sekitar dua minggu.

“Setelah diuji coba selama dua minggu, kita akan evaluasi. Jika dinilai telah berhasil, akan segera kita expand penerapannya di jalan tol lainnya. Jika masih ada kekurangan, akan segera diperbaiki dan diuji coba kembali,” kata Hedy.

MLFF merupakan hasil kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Hungaria, dengan tujuan meningkatkan sistem pembayaran tol Indonesia.

Proyek ini diinisiasi pada saat kunjungan Perdana Menteri Hungaria, Victor Orbán ke Indonesia pada 2016 lalu.

Pemerintah Hungaria berinvestasi 100 % dari proyek ini, dengan nilai investasi sebesar Rp 4,5 triliun dalam bentuk kerja sama pemerintah dan badan Usaha (KPBU).

Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), dan melakukan transaksi melalui aplikasi Cantas di smartphone.

Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang dideterminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system.

Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif.

Dengan diimplementasikannya sistem ini, pengendara tidak lagi perlu berhenti dan kendaraan dapat terus berjalan seperti biasa, sehingga tidak ada lagi antrean pada gerbang tol dan mempersingkat waktu tempuh dan efisien.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, dan Direktur Jalan Bebas Hambatan Triono Junoasmono. (HS-08)

Dalam Lima Tahun, Program Padat Karya Kementerian PUPR Jangkau 5.090 Lokasi

Kapolri dan Menko PMK Gerakkan Semua Polda hingga Polres Tanam 10 Juta Bibit Pohon