HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta para pemuda di Kota Semarang menerapkan semangat gotong- royong dalam kehidupan sehari-harinya di lingkungan masyarakat. Karena sikap gotong royong sudah menjadi bagian dari ciri budaya dan norma Bangsa Indonesia yang sangat dijunjung tinggi dalam hidup bermasyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu Winarto saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang yang bertajuk Menanamkan Semangat Gotong- royong di kalangan Pemuda disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta di Hotel Fave Semarang, Senin (23/10/2023).
“Gotong royong adalah kata yang sederhana, tapi punya makna yang dalam dan sudah menjadi tagline pegangan kehidupan sehari-hari, mulai diterapkan masyarakat sejak dulu hingga sekarang termasuk para generasi milineal atau gen Z agar terus dijaga,” katanya.
Dia juga mengimbau kepada para generasi muda untuk terus berkreasi mengembangkan potensinya masing-masing.
“Dewan akan support betul kegiatan kepemudaan apapun bentuknya, yang diajukan baik itu dari organisasi kepemudaan, karang taruna dan KNPI yang bernilai positif. Karena selama ini saya melihat kegiatan kepemudaan banyak sekali tapi memang dengan anggaran yang terbatas,” paparnya.
Di sisi lain, menurut Liluk, sapaan akrabnya, memang tidak mungkin semua kegiatan diserahkan tanggungjawab kepada pemerintah, apalagi pemuda di saat era perkembangan teknologi seperti saat ini juga harus aktif.
“Sehingga Pemerintah Kota Semarang harus punya program dan memberikan solusi agar pemuda bisa memiliki karakter lebih kuat. Tentunya dengan pelatihan pelatihan, selain nantinya untuk bisa menghasilkan peluang berusaha dengan mengembangkan skill dan keterampilannya,” jelasnya.
Selanjutnya, kata politisi Partai Demokrat ini, dewan memiliki program Focus Group Discusion (FGD) untuk mensosialisasikan kepada pemuda agar menjaga kondusifitas menjelang Pemilu 2024.
“Adanya agenda pesta demokrasi Pemilu termasuk di Kota Semarang diharapkan semuanya relatif dalam suasana aman dan saling menjaga, mulai dari tahapan pilpres, legislatif. Beda pilihan boleh tapi kondusifitas yang utama harus dijaga,”pungkasnya.
Kabid Pemuda, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang, Eko Agus Padang menjelaskan, bahwa program berkaitan pemuda yakni fokus sebagai tempat wadah kreativitas anak muda untuk berkegiatan untuk kurangi hal-hal negatif, seperti masalah penyalahgunaan narkoba, mental heald dan lainnya. Dengan berbagai lomba pidato karya ilmiah, video, bertujuan merangkul semua komunitas menggelar kegiatan bersama mengurangi hal yang tidak diinginkan bersama agar kondusifitas terjaga.
“Adapun sasaran program yang kami lakukan, diantaranya pemuda yang masih belum aktif untuk masuk ke salah satu organisasi kepemudaan, maupun yang enggan jadi relawan. Kemudian, pemuda yang rawan mengalami rawan gangguan kesehatan mental atau mental health diberikan kegiatan sehingga sekaligus bisa healing, dengan berbagai kegiatan tersebut. Seperti dalam waktu dekat ini, sekaligus menyambut hari Sumpah Pemuda, pihaknya akan menyelenggarakan antar FKO, tingkat SMA/SMK dengan lomba futsal, tari kreasi, band dan mobil legend,” katanya.
Sementara, Ketua KNPI Kota Semarang,
Adityo Pratomo mengatakan, pihaknya mendorong Pemuda Semarang tumbuh berkembang dalam sebuah organisasi kepemudaan.
“Harapannya, nilai yang dari dulu dimiliki bangsa kita yaitu sifat gotong royong adalah nomor satu, dan yang utama,” katanya.
Meski dalam tahun politik ini, kata Didit, sapaan akrabnya, diakuinya ada perbedaan pilihan.
“Beda pilihan biasa tapi pemuda harus tetap satu. Sehingga kami juga terus mensosialisasikan terkait menjelang Pemilu, agar tetap adem tidak terjadi gesekan antar pemuda di Kota Semarang. Dan tidak terpecah belah, selain itu, temen teman harus hati- hati, dan bijak menggunakan media sosial (medsos),” imbuhnya. (HS-06)