HALO PURBALINGGA – Sebuah perusahaan binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga, PT Bintang Mas Triyasa (BMT), yang memproduksi bulu mata palsu, meraih penghargaan Eksportir Tangguh 2023 kategori Usaha kecil oleh Disperindag Provinsi Jawa Tengah.
Penghargaan yang bertujuan untuk mengapresiasi raihan nilai ekspor dan daya saing produk lokal yang ada di wilayah Jawa Tengah tersebut, diadakan pada Kamis (12/10), bertempat di Meeting Room R-Gina Hotel Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Haryanta dalam laporannya menyampaikan sejumlah indikator serta tahapan seleksi pemenang penghargaan Eksportir Tangguh.
Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menggandeng para tenaga ahli dari kalangan akademisi, media, dan praktisi atau asosiasi sebagai tim penilai Eksportir Tangguh.
“Terdapat lima tahapan seleksi dianugerahi Eksportir Tangguh Jawa Tengah tahun 2023 yaitu dimulai dengan sosialisasi,” jelasnya.
Tahap selanjutnya, Ia menambahkan, yaitu penjaringan peserta. Kemudian Tim akan menyeleksi administrasi, menilai presentasi para peserta untuk menentukan nominasi, kunjungan lapangan ke perusahaan yang telah masuk nominasi, dan terakhir mementukan pemenang.
Pada kesempatan lain, Pemilik PT BMT Purbalingga, Yohanes Ferry mengaku senang atas prestasi yang telah diraih oleh perusahaan miliknya.
“Senang sekali kami dapat meraih penghargaan Eksportir Tangguh. Ini semua berkat usaha dan kerja keras seluruh tim karyawan PT Bintang Mas Triyasa,” kata dia.
Selain itu, lebih lanjutnya, kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak Pemerintah Kabupaten Purbalingga, khususnya Dinperindag.
Di sisi lain, Sekretaris Dinperindag Purbalingga, Hadiono berharap raihan pengahargaan Eksportir Tangguh mampu berdampak pada pacuan roda ekonomi.
“Kami juga mengapresiasi atas penghargaan yang telah diraih. Harapannya, predikat Eksportir Tangguh dapat memacu perusahaan dan sektor bisnis lainnya yang ada di Purbalingga untuk terus mendongkrak perekonomian,” ujarnya.
Serta tujuan lain, Ia menambahkan, yakni adanya multi layer effect yaitu munculnya para eksportir baru hingga terserapnya banyak tenaga kerja di wilayah Kabupaten Purbalingga.
Acara yang sekaligus rangkaian menjadi dari sosialisasi pemanfaatan perjanjian perdagangan Indonesia – Uni Emirat Arab (IUAE-CEPA) serta penyerahan sertifikat SNI dibuka langsung oleh Kepala Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Ratna Kawuri.
Dalam berbagai hal, Ia berharap pertemuan tersebut bisa terus menjaga iklim positif serta kondusifitas dunia bisnis.
“Saya berharap para peraih penghargaan dapat mempertahankan kinerjanya, secara internal. Sedangkan secara eksternal, bisnis panjenengan bisa berasosiasi secara moral karena raihan Eksportir Tangguh berarti menjadi pionir penggerak perekonomian,” tutupnya. (HS-08)