HALO SEMARANG – Ancaman kebakaran lahan kosong dan tempat pembuangan sampah (TPA) saat kemarau panjang ini, harus menjadi perhatian serius pemerintah. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko, Selasa (10/10/2023).
Menurutnya, selain dampak kekeringan dan kelangkaan air bersih di masyarakat, persoalan ancaman kebakaran juga menjadi persoalan yang perlu diwaspadai. Apalagi saat ini, di tengah kemarau panjang banyak lahan kosong yang ditumbuhi rumput liar, mengering akibat panas dan minimnya hujan. Lahan-lahan kosong yang kering tersebut menurutnya sangat rentan terbakar.
“Perlu adanya sosialisasi atau instruksi kepala daerah kepada pemerintahan di tingkat paling bawah, seperti kelurahan, desa, atau dusun untuk memetakan lahan kering di wilayahnya masing-masing. Hal itu guna mengantisipasi ancaman kebakaran lahan kosong. Masyarakat juga harus terus diimbau agar tak membakar sampah sembarangan saat kemarau panjang seperti sekarang ini,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.
Jika ditemukan lahan kosong yang ditumbuhi ilalang serta rumputnya mengering, diperlukan langkah pembersihan. Apalagi, katanya, ratusan kasus kebakaran akibat ilalang yang terbakar saat musim kemarau terjadi di Jawa Tengah. Dari data yang diterima, hingga 8 September ada lebih dari 170 kasus kebakaran selama kemarau tahun ini.
Musim kemarau yang panjang di Indonesia, katanya, juga membuat jumlah titik panas (hotspot) meningkat. Heri Pudyatmoko pun mengimbau kepada semua pihak, termasuk pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan kekurangan air bersih. Ancaman kebakaran TPA juga menjadi perhatiannya.
Apalagi terbaru, kasus kebakaran juga terjadi di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Surakarta, TPA di Kendal, dan TPA Jatibarang, Kota Semarang.
Khusus untuk kasus kebakaran TPA, terjadinya kebakaran bisa dikarenakan adanya gas metan yang lepas dari tumpukan sampah, yang kemungkinan terpapar panas atau percikan api sehingga menimbulkan kebakaran.
“Pengelola perlu melakukan pencegahan dengan melakukan penangkapan gas metan. Termasuk rutin melakukan pengukuran suhu pada tumpukan sampah. Karena kasus kebakaran TPA, dampaknya luar biasa. Seperti di Semarang, asapnya bahkan sudah menjadi polusi bagi warga sekitar,” tegasnya.
Sebelumnya, Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Nana Sudjana pun mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada terhadapa ancaman kebakaran selama musim kemarau ini.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau masih terus berlangsung hingga memasuki awal musim hujan pada bulan November.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap kekeringan yang terjadi saat ini, khususnya masyarakat yang ada di pinggir hutan. Kita tahu kebakaran bukan faktor alam, tapi faktor manusia. Sehingga perlu kita lakukan terus menerus sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya karhutla,” ujar Nana Sudjana, Sabtu (16/9/2023).(Advetorial-HS)