HALO BATANG – Harga beras yang tak kunjung turun, membuat para pedagang gelisah karena harga kembali merangkak naik, pasca terhentinya pasokan beras dari Bulog.
Tiga bulan lalu harga beras mencapai Rp13 ribu, berkat pasokan dari Bulog, sempat mengalami penurunan hingga Rp 2.100 per kilogramnya.
Pedagang beras Pasar Batang, Rukayah mengatakan sebulan yang lalu harga sempat turun setelah ada pasokan dari Bulog. Namun harga kembali merangkak naik setelah pasokan tidak lagi datang.
“Pasokan dari Bulog cuma 2 kuintal untuk memenuhi kebutuhan konsumen selama dua hari. Harga jualnya Rp10.900 per kilogramnya,” kata dia, Senin (25/9/2023), seperti dirilis batangkab.go.id.
Dia mengatakan para pedagang terpaksa menaikkan kembali harga beras sebesar Rp13.500, karena pasokan berkurang.
Ia mengakui, selama ada pasokan beras dari Bulog, konsumen merasa terbantu karena harga yang lebih ekonomis.
“Ya pinginnya kami dapat kiriman beras Bulog lagi, biar harganya tidak mencekik,” ujar dia.
Saat ini stok beras masih 7 kwintal dengan kualitas medium. Sementara beras Bulog yang sebelumnya dikirim juga berkualitas yang sama.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Batang, bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Pekalongan, pernah menyalurkan 78,7 ton Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah kepada 78.799 Kelompok Penerima Manfaat (KPM), di 15 kecamatan.
Bantuan rencananya akan didistribusikan langsung selama dua pekan, untuk memenuhi kebutuhan pangan 3 bulan ke depan, mulai September hingga November 2023.
Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, bantuan tersebut dikhususkan kepada warga yang tergolong tidak mampu. Beberapa bahan makanan tambahan pun diberikan, khusus bagi keluarga yang memiliki anak terindikasi stunting.
“Tiap penerima manfaat menerima 10 kilogram beras kualitas medium ditambah 10 butir telur dan daging 1 kilogram,” katanya, saat meluncurkan program Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah, di Gudang Bulog Kandeman, Kabupaten Batang, Senin (11/9/2023).
Ia memastikan, bantuan pangan di tahap kedua ini secara keseluruhan jumlahnya sama seperti ketika diluncurkan di tahap pertama, yakni 82.400 KPM. Jadi 3.601 KPM lainnya juga akan mendapatkan hak yang sama.
“Program tersebut dilakukan secara serentak demi mengendalikan laju inflasi daerah dan meningkatkan ketahanan pangan. Kenaikan harga beras kualitas medium di pasaran antara Rp12 ribu hingga 13 ribu per kilogramnya, disebabkan oleh harga gabah kering yang cenderung tidak stabil,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Pekalongan, Wahyu Tri Utomo menerangkan, Bulog masih menerima serapan beras dari para petani, meskipun saat ini harga gabah masih cukup tinggi.
“Batasan dari kami Rp9.950 sedangkan harga di pasaran Rp12 ribu sampai Rp13 ribu per kilogramnya. Untuk mengatasinya, secara nasional kami masih menerima serapan dari beras impor sebesar 2 juta ton,” terangnya.
Khusus di lingkup Jawa Tengah, serapan beras impor mencapai 148 ribu ton. Sedangkan pasokan di Bulog Pekalongan mencapai 27 ribu ton, 21 ribu ton di antaranya untuk penyaluran Bantuan Pangan.
“Di gudang Bulog Batang stoknya 2.700 ton sedangkan untuk penyaluran Bantuan Pangan sebesar 2.400 ton, jadi masih sangat cukup untuk tiga bulan ke depan,” tegasnya.
Selain Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah, Bulog juga mengintensifkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang menyasar pada pedagang kecil di Pasar Batang, Bandar dan Limpung. (HS-08)