HALO KENDAL – Lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) sebagai tempat bermain anak harus benar-benar bisa dirasa aman, nyaman, bersih dan menarik. Sehingga para siswa bisa lebih mengembangkan potensi yang dimiliki.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, dalam Workshop Menata Lingkungan Bermain Anak Paud, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (13/9/2023).
Untuk itu pihaknya menyambut baik dilaksanakannya kegiatan tersebut, serta berharap dapat meningkatkan kompetensi para guru TK di Kendal.
“Harapannya dengan kegiatan ini akan tercipta lingkungan bermain Paud yang sangat menyenangkan bagi para siswa, sehingga bisa menjadi sarana interaksi yang baik antara siswa satu dengan yang lainnya,” harap Ferinando.
Acara diikuti 930 guru TK yang ada di Kabupaten Kendal, dan berlangsung selama tiga hari, 13 – 15 September 2023.
Ketua IGTKI Kendal, Siti Wardiningsih menjelaskan, bahwa acara workshop ini terkait penataan lingkungan belajar di Paud khususnya di TK. Selain itu, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru TK, baik PNS maupun yang non PNS.
“Acara ini sangat penting, mengingat pembelajaran penataan lingkungan di sekolahan sangat dibutuhkan, agar anak-anak bisa lebih merasa nyaman,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari narasumber tentang penataan bermain lingkungan di Paud sebagai implementasi kurikulum merdeka, melalui penataan lingkungan bermain yang tepat dalam upaya mengembangkan potensi kecerdasan jamak pada anak usia dini.
Salah satu narasumber dari Akademis Paud, Dr Irma Yuliantina, MPd menyampaikan terkait kualitas Paud, yang menurutnya terpenuhinya standar nasional Paud dan mengutamakan kualitas proses pembelajaran.
Dipaparkan, pemenuhan standar nasional Paud, adalah kriteria tentang pengelolaan dan penyelenggaraan PAUD di seluruh wilayah hukum NKRI. Diantaranya, standar tingkat pencapaian anak usia dini, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, serta standar pembiayaan.
“Paud berkualitas mengutamakan kualitas proses pembelajaran, kegiatan belajar kontekstual, memahami perbedaan starting point yang dimiliki satuan Paud, dan berfokus pada kemampuan satuan untuk terus memantau peningkatan layanannya. Karena anak akan berkembang, saat proses belajar berkualitas dan bermakna,” papar Irma Yuliantina.
Dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan kepada IGTKI Kendal yang meraih juara dua lomba MTQ tingkat Jawa Tengah dan peraih penghargaan senam irama dengan alat musik tingkat Jawa Tengah. (HS-06).