in

Kemenag Bantu Pesantren Siapkan Perpustakaan Digital

Pelatihan pengelolalan e-Library bagi pengelola Ma'had Aly. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Transformasi digital yang menjadi salah satu program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, bergulir hingga ke pesantren.

Secara bertahap, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kemenag RI, memberikan bantuan, guna mempersiapkan perpustakaan digital (digital library), terutama pada Ma’had Aly dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

Hal itu disampaikan Plt Direktur PD-Pontren, Waryono Abdul Ghafur, belum lama ini, saat memberikan sambutan secara daring, dalam acara Peningkatan Kompetensi Ustadz.

Dalam acara yang berlangsung di Yogyakarta ini, dia mengatakan upaya penyiapan perpustakaan digital ini, dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Tahun ini, pihaknya telah memberikan dana bantuan stimulus kepada 40 pesantren, terutama bagi pengelola Ma’had Aly.

Selain menerima bantuan, mereka dilatih agar dapat meningkatkan kompetensinya, dalam penyiapan dan pengelolaan digital library.

Selain digital library, para pengelola Ma’had Aly, juga mendapatkan penguatan kompetensi terkait jurnal ilmiah berbasis online melalui Open Journal System (OJS).

Sebagai pembeda, mereka didorong untuk mengembangkan jurnal berbahasa Arab, sesuai dengan kekhususannya masing-masing.

Menurut dia, sebagai satuan pendidikan tinggi berbasis kitab, semestinya selain pembelajaran yang dilakukan mahasantri, tercermin pula dalam pengkajian dan penguasaan kitab-kitab tertentu untuk publikasinya.

“Dengan demikian, maka selaras dan sesuai dengan tujuan Ma’had Aly sebagai pencetak ulama yang tafaqquh fiddin,” tutur Waryono.

Guru besar bidang Ilmu Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, melihat  penyediaan perpustakaan digital Ma’had Aly sangat penting.

Seiring kemajuan teknologi, perpustakaan dalam bentuk fisik gedung yang menghimpun kitab-kitab dan referensi semakin kurang relevan.

Karenanya, transformasi ke perpustakaan digital (e-library) perlu diakselerai. Hal ini misalnya dapat dilakukan dalam bentuk maktabah digital atau penyediaan aplikasi seperti Online Public Access Cataloge (OPAC).

“Tantangan lainnya adalah kemampuan Ma’had Aly dan Pendidikan Diniyah Formal yang belum merata dalam penyediaan sarana pendukungnya seperti listrik, jaringan internet dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang Informasi dan Teknologi (IT). Ini harus dicarikan solusinya,” sebut Waryono.

“Tidak kalah penting, adalah menumbuhkan tradisi menulis dan mengakselerasi produktifitas penulisan jurnal, baik yang berbahasa Arab maupun bahasa Inggris,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta, Masmin Afif.

Dia menggarisbawahi pentingnya tranformasi menuju perpustakaan digital untuk mendongkrak kualitas pendidikan tinggi di pesantren.

Hal itu juga akan semakin memperlihatkan bahwa pesantren mampu mengelola secara digital.

Kasubdit PDMA Direktorat PD-Pontren, Mahrus, menambahkan, ada dua hal yang ingin dicapai dalam kegiatan peningkatan kompetensi ini.

Pertama, rumusan konsep pembangunan perpustakaan ala Ma’had Aly yang bermutu.

Kedua, pembangunan sistem jurnal mahad aly, yang distingtif berkualitas nasional dan global.

Untuk memperkuat kompetensi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan studi banding ke perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, untuk melihat secara langsung kondisi beserta tata kelolanya yang sudah dilakukan secara online dan digital.

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini. Mereka adalah Labibah Zain (Ketua APPTIS Indonesia), Arif Maftuhin (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Abdul Kadir (UIN Sunan Ampel Surabaya).

Kegiatan ini diikuti peserta yang berasal dari perwakilan Ma’had Aly dan Pendidikan Diniyah Formal seluruh Indonesia. (HS-08)

Bimas Kristen Kemenag Gelar Lomba Foto dan Video Berhadiah Rp 75 Juta

Bandara Soetta Siap Sambut Delegasi KTT ke-43 ASEAN, Tidak Ada Penutupan Penerbangan Reguler