in

Terbengkalai Tiga Tahun, Kampung Sapi PO Kebumen Bakal Dihidupkan Kembali

Kampung Sapi PO yang merupakan Eduwisata Peternakan Terintegrasi di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. (Foto : Kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Kampung Sapi PO yang merupakan Eduwisata Peternakan Terintegrasi di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, sudah tiga tahun ini terbengkalai, akibat berbagai pembatasan yang dilakukan saat wabah Covid-19 melanda dunia.

Selama bertahun-tahun Kampung Sapi PO Kebumen ini sepi, tidak ada aktivitas apapun.

Bangunan yang ada juga terlihat kotor, tidak terurus. Padahal kampung sapi PO ini, dulunya ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah sebagai wahana edukasi peternakan sapi.

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto bersama Wakil Bupati Ristawati pun, menyempatkan diri meninjau Kampung Sapi ini beberapa waktu lalu.

Para pejabat Pemkab Kebumen itu, datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

“Hari ini Distapang bersama kelompok tani ternak dan masyarakat yang ada di Sitiadi, melakukan kerja bakti, bersih-bersih kampung sapi PO Kebumen. Tempat ini memang sempat terbengkalai karena adanya Covid-19, dan tidak berfungsi,” kata dia, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Dalam kunjungan itu, Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto juga meminta agar eduwisata peternakan sapi ini dihidupkan kembali.

“Untuk itu dengan adanya kegiatan hari ini, saya minta agar eduwisata peternakan sapi ini dihidupkan kembali. Tadi terlihat kandang sapinya sudah mulai terisi kembali, jadi saya harap ini bisa dikelola lagi dengan baik untuk edukasi, karena Kebumen ini dikenal dengan sapi PO-nya,” kata Bupati .

Bupati menyebut saat pandemi, hampir semua sektor usaha terhenti, termasuk kampung sapi PO Kebumen.

Namun pandemi Covid-19 sudah berakhir, sehingga dia berharap masyarakat bisa mengaktifkan kembali tempat eduwisata peternakan sapi PO ini.

“Memang ini masih menjadi aset dari Pemerintah Daerah, nanti kita kaji apakah bisa dihibahkan ke pemerintah desa, supaya desa bisa lebih mandiri lagi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Teguh Yuliono, menambahkan  kampung sapi PO ini dibangun pada 2017 lalu.

Pembangunan objek wisata itu menggunakan anggaran Rp 3,7 miliar. Aset bangunannya adalah milik pemerintah daerah, sementara tanahnya milik Pemerintah Desa Sitiadi, dengan luas 2 hektare.

Menurutnya upaya menghidupkan kembali tempat ini ada dua. Pertama dihibahkan ke Pemerintah Desa Sitiadi atau dikerjasamakan oleh Pemkab dengan Pemerintah Desa.

“Kalau dihibahkan harus ada izin dari DPRD, karena asetnya lebih dari Rp 1 Miliar,” ujar Teguh.

Apapun keputusannya nanti, pada prinsipnya kata Teguh, pemerintah daerah menginginkan kampung wisata sapi PO ini bisa dihidupkan kembali.

“Kita juga berharap ada kerjasama dari masyarakat untuk ikut merawat tempat ini, sehingga bisa ramai dikunjungi kembali,” ucapnya. (HS-08)

Ratusan Pesepeda Beri Salam Perpisahan dan Ucapan Cinta kepada Ganjar Pranowo

Pilkades Serentak Purworejo Masuk Masa Tenang, Calon Kepala Desa Dilarang Kampanye