in

Hadiri IIDC, Presiden Sebut 91 Negara Berkonflik, Korban Jiwa 238 ribu Orang

Pembukaan ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference 2023, Senin (07/08/2023) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. (Foto: setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keyakinannya, di tengah merebaknya konflik global, negara-negara ASEAN memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan ASEAN sebagai jangkar perdamaian dunia serta teladan dalam toleransi dan persatuan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi, saat membuka ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC) 2023, Senin (07/08/2023) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Hadir pula dalam acara yang diikuti pemuka lintas agama dari 11 negara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Forum internasional ini diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama.

Adapun tema yang diusung adalah ASEAN Shared Civilizational Values: Building an Epicentrum of Harmony to Foster Peace, Security, and Prosperity.

Forum dialog keagamaan ini merupakan bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengungkapkan keyakinan bahwa ASEAN mampu menjadi katalisator perdamaian dunia.

“Bukan hanya jadi epicentrum of growth tapi juga jadi epicentrum of harmony yang menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia,” kata Presiden Jokowi, Senin (7/8/2023), seperti dirilis kemenag.go.id.

Presiden menyampaikan, kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja akibat konflik global yang meningkat dari tahun ke tahun.

Pernyataan ini didasarkan pada data Global Peace Index 2023 yang menunjukkan negara yang terlibat konflik meningkat jadi 91 negara, dengan korban jiwa 238 ribu orang.

“Tahun 2008 ada 58 negara yang terlibat dalam konflik dan saat ini menjadi 91 negara. Angka kematian akibat konflik global pun meningkat jadi 238 ribu jiwa dan dampak ekonomi naik 17 persen menjadi 17,5 triliun US Dolar, setara dengan 13 persen dari GDP global. Sangat besar sekali,” kata Jokowi.

Di sisi lain, lanjut Jokowi, masyarakat dunia semakin tidak religius. Survei dari IPSOS Global Religion menunjukkan 29% masyarakat dunia menyatakan mereka agnostik dan atheis.

“Dan menurut data Pew Research Center atas Nama Agama dan Kepercayaan, jumlah kekerasan fisik semakin meningkat. Saya yakin bapak ibu yang hadir di sini memiliki komitmen yang sama dengan saya bahwa ASEAN harus menjadi teladan dan toleransi persatuan. ASEAN harus jadi jangkar perdamaian dunia,” ungkapnya.

Ia yakin masyarakat ASEAN justru memiliki semangat keagamaan yang semakin meningkat.

“Indonesia misalnya, adalah negara yang masyarakatnya paling percaya Tuhan dan angkanya tertinggi di dunia,” kata Jokowi.

“Dan ini menurut Pew Research Center, 96 persen responden di Indonesia meyakini bahwa moral yang baik ditentukan kepercayaan kepada Tuhan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, ASEAN telah menunjukkan bukti negara-negara ASEAN telah berhasil mempertahankan tradisi toleransi yang kuat di tengah keberagaman budaya dan agama.

Di Indonesia, masyarakat terus menjaga kerukunan dan mengelola keragaman etnisitas, suku, budaya, agama, dan kepercayaan.

Turut hadir Ketua Umum PBNU Gus Yahya. Kemudian Menko PMK Muhadjir Effendy, Menlu Retno Marsudi, serta Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono. (HS-08)

Pemerintah Akhiri Penanganan Pandemi Covid-19, KPCPEN Dibubarkan

Cedera Akibat Kontak Tembak dengan KKB, Brigpol Fransiscus Ronsumbre Dapat Kenaikan Pangkat