in

Tambah Sulit karena Tidak Punya Tim Satelit

HALO SPORT – Tak memiliki tim satelit benar-benar menambah sulit skuad Monster Energy Yamaha pada MotoGP 2023.

Format baru kompetisi juga menambah runyam situasi pabrikan Jepang ini.

Jurang keterpurukan kian dirasakan Yamaha lantaran dominasi pabrikan-pabrikan Eropa, khususnya Ducati.

Kepindahan tim satelit RNF Racing yang hengkang ke Aprilia menjadi satu faktor yang memperburuk keadaan Yamaha.

Tanpa tim satelit, Yamaha cuma mengandalkan dua pembalap utama, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, untuk mengoleksi data-data balapan.

Hanya Yamaha yang tidak memiliki tim satelit pada MotoGP musim ini.

Tim lain paling tidak punya satu skuad satelit.

Ducati paling mapan karena punya empat tim yang terdiri atas skuad pabrikan Lenovo Ducati plus dan tiga tim satelit, yakni Prima Pramac Racing, Gresini Racing, dan Mooney VR46 Racing.

’’Pada akhirnya kami melakukan pekerjaan 100 persen sendiri. Pabrikan lain bisa membaginya, mungkin masing-masing tim bisa mengambil beban 25 persen,’’ ujar Direktur Tim Yamaha Massimo Meregalli seperti dilansir dari Motorsport-Total.

Problem Yamaha semakin runyam dengan perubahan format kompetisi pada MotoGP 2023 karena penambahan lomba sprint pada Sabtu.

Memasuki paruh musim kedua modifikasi dilakukan dengan membebaskan sesi latihan pertama pada Jumat pagi.

Adapun catatan waktu untuk penyisihan menuju kualifikasi 2 hanya ditentukan dari latihan kedua pada Jumat siang.

Perubahan regulasi ini membuat Yamaha sedikit bernapas lega.

Sampai paruh musim pertama, pembalap dan kru dikejar waktu untuk mencari setelan terbaik untuk lomba.

Hampir tidak ada kesempatan untuk bereksperimen.

’’Kalau punya pembalap lebih banyak ini akan lebih mudah. Bagi kami itu selalu lebih sulit, karena terkadang kami masih ingin membandingkan set-up yang berbeda tapi waktunya sangat terbatas,’’ papar Massimo.

Dia menegaskan format baru ini memang sangat bagus untuk pertunjukan, tapi tidak untuk orang-orang yang bekerja di Yamaha. (HS-06)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Rabu (2/8/2023)

Jadi Kontroversi karena Menang Tak Meyakinkan