in

Penyerapan Anggaran di Triwulan II 2023 APBD Kendal Baru 40 Persen

Wabup Kendal, Windu Suko Basuki saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rakor POK APBD Kabupaten Kendal Triwulan II Tahun 2023, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (1/8/2023).

HALO KENDAL – Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) APBD Kabupaten Kendal Triwulan II Tahun 2023, yang diselenggarakan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (1/8/2023).

Rakor diikuti staf ahli Bupati, para Kepala Bagian Setda Kendal, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para Camat se-Kabupaten Kendal.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kendal yang dalam hal ini mewakili Bupati Kendal menyambut baik dilaksanakannya Rakor POK APBD Kabupaten Kendal Triwulan II Tahun Anggaran 2023, yang menurutnya sebagai bentuk kontrol terhadap pemerintah daerah, sehingga kinerja pengelolaan anggaran lebih optimal untuk mendukung pencapaian target.

“Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada semua OPD, Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas atas kinerjanya selama ini yang telah mengupayakan kegiatannya secara maksimal. Namun perlu dilakukan evaluasi sebagai bentuk monitoring pelaksanaan APBD agar selesai secara tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran dan juga tertib administrasi,” imbuh Wabup.

Dirinya membeberkan, memasuki triwulan ketiga tahun anggaran 2023, sampai tanggal 20 Juli 2023 penyerapan anggaran hanya sebesar Rp 1.046.053.364.690, atau hanya 40,46 persen (keuangan) dan 40,50 persen (fisik) dari pagu anggaran sebesar Rp 2.584.937.513.750.

Terdiri dari belanja operasi terealisasi Rp 802.790.881.691 dari pagu anggaran sebesar Rp 1.793.350.599.290 atau hanya 44,76 persen keuangan dan 44,75 persen fisik. Kemudian belanja modal terealisasi Rp 23.592.567.801 dari pagu anggaran Rp 349.493.298.938 atau hanya 6.75 persen keuangan dan 9,59 persen fisik.

“Untuk biaya tak terduga terealisasi sebesar Rp 2.760.543.675 dari pagu anggaran Rp 8.250.000.000 atau hanya 33,46 persen keuangan dan 33,46 persen fisik. Sedangkan belanja transfer terealisasi sebesar Rp 216.909.371.523 dari pagu anggaran Rp 433.843.615.522 atau hanya 49,99 persen keuangan dan 49,99 persen fisik,” beber Wabup.

Perbandingan realisasi belanja APBD, total belanja daerah bulan Juni 2022 sebesar 25,75 persen dan bulan Juni 2023 sebesar 40,46 persen, belanja operasi Juni 2022 sebesar 32,76 persen dan Juni 2023 sebesar Rp 44,76 persen, belanja modal bulan Juni 2022 sebesar 2,67 persen dan bulan Juni 2023 sebesar 6,75 persen, belanja tak terduga Juni 2022 sebesar 2,61 persen dan Juni 2023 sebesar 33,46 persen, serta belanja transfer Juni 2022 sebesar 10,73 persen dan Juni 2023 sebesar 49,99 persen.

“Kenaikan total belanja dari bulan Juni 2022 dibandingkan dengan Juni 2023 ada kenaikan sebesar 14,72 persen,” imbuh Wabup.

Sedangkan pagu dan realisasi kegiatan berdasarkan sumber dana, realisasi sampai dengan 20 Juli 2023, terdiri dari sumber dana Bantuan Keuangan Provinsi Jateng dari pagu Rp 14.023.000.000 terealisasi Rp 244.895.496 atau 1,75 persen keuangan dan 5 persen fisik, DBHCT dari pagu Rp 27.729.338.000 terealisasi Rp 1.596.523.230 atau 5,76 persen keuangan dan 6 persen fisik.

Kemudian Dana Alokasu Khusus atau DAK fisik dari pagu Rp 96.524.076.934 terealisasi Rp 1.922.205.120 atau 1,99 persen keuangan dan 26,67 persen fisik, DAK non fisik dari pagu Rp 356.966.183.170 terealisasi Rp 55.957.393.904 atau 15,67 persen keuangan dan 23 persen fisik.

Selanjutnya Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD RSUD dr H Soewondo Kendal dari pagu Rp 141 miliar terealisasi Rp 55.910.317.558 atau 39,7 persen keuangan dan 40 persen fisik, BLUD Puskesmas dari pagu Rp 59.771.876.765 terealisasi Rp 20.889.003.010 atau 34,95 persen keuangan dan 35 persen fisik.

“Untuk dana kelurahan dari pagu sebesar Rp 5 miliar, terealisasi sebesar Rp 2.240.303.700 atau 44,80 persen keuangan dan 50 persen fisik,” imbuh Wabup.

Dalam rangka untuk mewujudkan pelaksanaan APBD secara tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran dan didukung oleh tertib administrasi, maka salah satu upaya yang harus ditempuh adalah dengan melakukan pengendalian yang intensif, baik melalui rapat koordinasi, konsultasi maupun monitoring dan evaluasi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah di tengah era transparansi dituntut akuntabilitasi disemua aspek, yaitu akuntabilitas dalam mekanisme pelaksanaan, akuntabilitas dalam pertanggungjawaban administrasi dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga pelaksanaan kegiatan tidak menimbulkan permasalahan di masa yang akan datang,” ujar Wabup Kendal.

Kemudian yang harus diperhatikan kepada semua Kepala OPD, Camat, Lurah, dan Kepala Puskesmas, dalam pelaksanaan kegiatan di Tahun 2023 ini, supata menyusun perencanaan dengan indikator kinerja yang terukur.

“Cermati setiap kegiatan dan anggaran kas yang telah dibuat agar semua berjalan seimbang dan tidak terjadi penumpukan pencairan anggaran pada Triwulan Keempat,” jelas Wabup Kendal.

Kemudian, menyelesaikan pemaketan Rencana Umum Pengadaan (RUP) Barang/Jasa dan mengumumkannya kepada masyarakat umum lewat SIRUP LKPP agar proses pengadaan barang/jasa segera bisa dilaksanakan.

Berikutnya, meningkatkan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan melalui koordinasi internal di OPD secara rutin dan tetaplah berinovasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki untuk pelaksanaan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kendal di masa yang akan datang.

“Selanjutnya, kepada saudara yang realisasinya masih rendah atau belum memenuhi target, agar dapat memanfaatkan waktu ini dengan efektif dan melakukan kerja ekstra dalam mewujudkan pelaksanaan APBD secara tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran dan didukung oleh tertib administrasi,” tambahnya.

Melalui rapat koordinasi, lanjut Wabup, diharapkan, dapat menjadi forum koordinasi untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sampai bulan Juli 2023 ini; serta mencari solusi atas kendala, masalah, maupun hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kabupaten Kendal selama ini dalam rangka mewujudkan pembangunan Kabupaten Kendal yang lebih baik lagi.

“Sekali lagi, saya tegaskan, penyerapan anggaran harus maksimal dan pembangunan yang berkualitas peningkatan perekonomian secara merata, terutama sesuai dengan visi misi pembangunan Kabupaten Kendal, yaitu Kendal Handal, Unggul, Makmur dan Berkeadilan,” tandas Wabup. (HS-06)

Ternyata Setiap Hadiri Pengajian, Pakde Bas Biayai Umrah Warga yang Dipilih

Lantik Eselon 2, 3 dan 4 di Lingkungan Pemkot Semarang, Mbak Ita Tegaskan Dilakukan Sesuai Aturan