HALO SPORT – Tim Ducati benar-benar mendominasi MotoGP 2023.
Dari delapan seri sejauh ini, pabrikan Italia itu menang tujuh kali.
Dominasi ditunjukkan melalui tim pabrikan dan satelit.
Ducati memiliki delapan motor yang mengaspal di lintasan.
Tiga posisi teratas sementara diisi Francesco Bagnaia (tim Lenovo Ducati), Jorge Martin (Prima Pramac Racing Ducati), dan Marco Bezzecchi (Mooney VR46 Ducati).
Bagnaia, mantan murid Valentino Rossi, sudah menorehkan lima podium dengan empat kemenangan pada musim ini.
Kemenangan dan hasil podium yang diraih Ducati, baik saat balapan utama maupun lomba race ini jauh berbeda dari yang dialami Honda dan Yamaha.
Honda dan Yamaha masih terseok-seok karena kinerja kuda besi mereka yang jauh dari harapan.
Performa Honda RC213V masih jauh dari kompetitif.
Demikian pula dengan penampilan Yamaha YZR-M1.
Mantan pembalap Aprilia, Loris Reggiani (63), menyatakan tak senang dengan dominasi Ducati.
Pria berkebangsaan Italia itu setuju dengan wacana Direktur Olahraga Dorna Sports Carlos Ezpeleta yang ingin memberikan status konsesi untuk Yamaha dan Honda.
Hal itu untuk meningkatkan daya saing MotoGP musim ini.
Kedua tim tersebut perlu mendapatkan pertolongan dengan memberikan status istimewa berupa konsesi agar lebih leluasa mengembangkan motor yang kompetitif.
’’Saya tidak suka melihat sebuah pabrikan memonopoli balapan,’’ ungkap Reggiani seperti dilansir dari Motosan.
Dengan delapan motor di trek, para rival amat kesulitan menghentikan dominasi Ducati.
Saat ini MotoGP sedang jeda musim panas, dan mulai lagi pada Grand Prix (GP) Inggris di Sirkuit Silverstone, 6 Agustus mendatang. (HS-06)