HALO SPORT – Enea Bastianini, pembalap tim Lenovo Ducati, gagal bersaing pada MotoGP 2023 lantaran mengalami cedera bahu. Grand Prix (GP) Portugal, 26 Maret silam, menjadi pukulan telak untuk juara dunia Moto2 2020 itu.
Bastianini (25) harus absen sepanjang lima seri hingga GP Prancis. Pembalap asal Italia ini baru kembali mengaspal dalam tiga seri terakhir pada GP Italia, GP Jerman, dan GP Belanda.
Namun, ambisi Bastianini untuk melanjutkan rivalitas dengan rekan setimnya, Francesco Bagnaia, seperti musim lalu justru tak terwujud pada paruh pertama musim ini.
La Bestia tak mampu bersaing di barisan depan karena terhambat oleh kondisi fisiknya. Ancaman datang dari Jorge Martin (Prima Pramac Racing Ducati) dan Marco Bezzecchi (Mooney VR46 Ducati) yang tampil mengesankan.
Martin dan Bezzecchi disebut-sebut bisa mendongkelnya dari kursi tim pabrikan Ducati. Akan tetapi, CEO Ducati Claudio Domenicali menjamin tempat Bastianini tetap aman hingga kontraknya selesai pada akhir musim 2024.
’’Saya sangat yakin dengan Enea dan performanya,’’ tutur Domenicali seperti dikutip dari Corsedimoto.
Meski terpuruk, Bastianini bertekad bangkit pada paruh kedua nanti. ’’Saya akan melakukan pendekatan yang sedikit berbeda. Sekarang saya telah mencoba meningkatkan motor saya,’’ ujar Enea.
La Bestia mengaku siap menggebrak pada GP Inggris di Sirkuit Silverstone, 4-6 Agustus mendatang.
Eskpektasi terhadap Bastianini tentu besar setelah mengakhiri musim lalu di tempat ketiga dengan motor Desmosedici GP21.
Enea berkomitmen untuk memperbaiki performanya dan memulihkan fisiknya terlebih dahulu. ’’Saya harus banyak bekerja, berlatih di gym dan fisioterapi. Sangat penting untuk mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk paruh kedua nanti,’’ paparnya.
Mantan rider tim Gresini Racing ini berharap bisa kembali tampil kompetitif di Silverstone. Dalam klasemen sementara Bastinini berada di urutan ke-18 dengan mengoleksi 18 poin.(HS)