HALO SEMARANG – Ketersedian jumlah sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ataupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kota Semarang saat ini dinilai anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi tak sebanding dengan jumlah sekolah tingkat di bawahnya, yakni SMP. Sehingga menurutnya, hal ini membuat banyak siswa lulusan SMP tidak tertampung di SMA atau SMK Negeri.
Jika dihitung, ada sebanyak 45 SMP Negeri di Semarang, belum lagi ditambah sekolah swasta. Sementara jumlah SMA Negeri di Ibu Kota Jawa Tengah ini hanya ada 16 sekolah.
“Kalau dari segi jumlah sekolah tidak sebanding, idealnya memang ada penambahan yang dilakukan Pemprov Jateng,” paparnya, Minggu (2/7/2023).
Supriyadi menjelaskan, idealnya dalam tiga kecamatan sedikitnya ada satu SMA Negeri agar bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat. Saat ini SMA Negeri di Semarang sendiri ada beberapa di satu kecamatan, misalnya SMA N 3 dan SMA N 5, juga ada SMA N 1 dan SMA N 11 di satu kecamatan.
“Tapi penambahan sekolah perlu dilakukan kajian dan survei pembangunan terkait kebutuhan masyarakat, misalnya kepadatan penduduk dan lainnya,” imbuhnya.
Jika memang akan dilakukan pembangunan sekolah baru, lanjut pria yang maju sebagai bacaleg DPRD Jateng Dapil III Jateng (Kabupaten Demak-Kudus-Jepara) ini meminta agar Pemprov Jateng bisa memanfaatkan aset yang dimiliki.
“Misalnya di Semarang, bisa saja menggunakan aset yang kurang maksimal untuk dijadikan sekolah,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Kota Semarang periode 2014-2019 itu juga menunjukkan beberapa aset Pemprov Jateng yang kurang produktif di Kota Semarang. Misalnya Semarang Utara di wilayah Kelurahan Kebonharjo, Mugas Semarang Tengah, Gajahmungkur dan lainnya.
“Kajian ini juga diaplikasikan Kabupaten/Kota lainnya, misalnya dengan memanfaatkan aset yang ada untuk menambah SMK ataupun SMA Negeri,” ungkapnya.
Supriyadi mencontohkan SMK Jateng di Semarang yang memanfaatkan aset tak produktif. Menurut dia, Pemprov Jateng bisa membangun sekolah dengan sistem yang sama di daerah lainnya.
“SMK Jateng dulunya memanfaatkan gedung yang kurang produktif, nah ini juga bisa diaplikasikan lagi menambah sekolah,” tambahnya.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku banyak keluhan masyrakat yang menilai SMA ataupun SMK Negeri di Ibu Kota Jateng dirasa masih kurang, karena banyak siswa yang tidak tertampung.
“Banyak yang mengeluh ke saya, kalau kapasitas atau jumlah SMA Negeri di Semarang ini kurang,” katanya.
Mbak Ita sapaan akrab Hevearita G Rahayu, mengaku akan menyurati Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk mendirikan SMA Negeri lagi. Pemkot Semarang kata dia, siap memberikan dukungan dengan menghibahkan aset yang dimiilki guna dibangun sekolah negeri.(HS)