HALO SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tingkat Provinsi Jawa Tengah, telah menetapkan daftar pemilih tetap pemilu 2024 pada 27 Juni lalu.
Meski daftar pemilih sudah ditetapkan di tingkat provinsi, Bawaslu Jawa Tengah mendorong dilakukan proses pemeliharaan data pemilih, sampai hari H pemungutan suara Pemilu 2024. Sebab pergeseran pemilih masih dapat saja terjadi, hingga hari pemungutan suara.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Jawa Tengah, Anik Sholihatun, mengatakan jumlah pemilih di Jawa Tengah, dalam Pemilu 2024 sebanyak 28.249.413 orang. Rinciannya 14.175.520 adalah perempuan dan 14.113.893 lainnya laki-laki.
Pemilih tersebut akan memberikan suaranya, di 117.299 tempat pemungutan suara (TPS). Tempat-tempat pemungutan suara itu, tersebar di 8.563 desa atau kelurahan, di 576 kecamaran, serta 35 kabupaten atau kota.
Dalam penetapan data pemilih, KPU juga melakukan rekapitulasi pemilih disabilitas di Jawa Tengah, dengan jumlah 187.501. Mereka terdiri atas disabilitas Fisik 80.258 orang, intelektual 10.398 orang, dan mental 44.851 orang.
Selain itu juga disabilitas sensorik wicara 21.051 orang, sensorik rungu 10.087 orang, dan sensorik netra 20.856 orang.
Dia menegaskan, bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam penyelenggaraan pemilu.
Hal itu sesuai amanat pasal 5 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang menyatakan bahwa “Penyandang disabilitas yang memenuhi syarat mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemilih, sebagai calon anggota DPR, sebagai calon anggota DPD, sebagai calon Presiden / Wakil Presiden, sebagai calon anggota DPRD, dan sebagai Penyelenggara Pemilu,” kata dia.
Tahapan penyusunan daftar pemilih menjadi salah satu tahapan yang cukup panjang.
Para pengawas pemilu selalu mengutamakan pencegahan dalam proses pengawasan.
Jika dalam pengawasan menemukan sesuatu, Bawaslu di Jawa Tengah selalu menyampaikan saran perbaikan.
Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi dan bahwa secara proses telah dilakukan sesuai dengan standar, hasilnya seluruhnya cocok dan lengkap.
“Bawaslu Jawa Tengah mendorong agar warga mengawal bersama-sama hak pilih dalam pemilu 2024. Jangan lupa, ayo kita terus awasi pemilu 2024,” kata Anik Sholihatun. (HS-08)