in

Menparekraf Apresiasi Pengukuhan Perhumas Denpasar

Pengukuhan Perhimpunan Humas (Perhumas) Denpasar, Bali periode 2023-2026, di Gedung MICE Widyatula Poltekpar Bali. (Foto : kemenparekraf,go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf / Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi pengukuhan Perhimpunan Humas (Perhumas) Denpasar, Bali periode 2023-2026.

Sandiaga mengharapkan asosiasi ini dapat menyampaikan narasi positif kepada masyarakat, sehingga citra dan reputasi pariwisata dan ekonomi kreatif Bali tetap terjaga.

Pengukuhan Perhimpunan Humas (Perhumas) Denpasar Bali periode 2023-2026, yang berlangsung di Gedung MICE Widyatula Poltekpar Bali, belum lama ini.

Sandiaga dalam keterangannya mengatakan selain fokus mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf), Kemenparekraf juga konsisten mendukung keterbukaan informasi, terkait program dan kebijakan kementerian.

Ini sebagai wujud transparansi, sehingga memerlukan peran dari unsur pentahelix, salah satunya Perhumas sebagai asosiasi humas tertua di Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses, atas Pengukuhan Asosiasi Perhumas Denpasar Bali Periode 2023-2026. Semoga periode ini dapat menjadi wadah atau jembatan yang amanah dalam menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat terutama pelaku parekraf,” kata Sandiaga, seperti dirilis kemenparekraf.go.id.

Ketua Umum Perhumas Indonesia, Boy Kelana selain melantik, juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus cabang Perhumas Denpasar Bali

“Mari kita bersama-sama kuatkan hati dan kepercayaan kita untuk melanjutkan, mengembangkan Perhumas tercinta agar terus tumbuh dengan nilai-nilai kepercayaan, kejujuran, respect, independensi, transparansi, kebenaran, keadilan, kompeten, dialogis, dan kearifan lokal,” kata Boy.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/ Baparekraf, I Gusti Dewi Hendriyani yang turut dilantik sebagai salah satu dewan pakar Perhumas Denpasar Bali periode 2023-2026, mengucapkan selamat kepada Dr Ni Made Eka Mahadewi, selaku ketua Perhumas Denpasar Bali yang baru dilantik, serta seluruh pengurus BPC Perhumas Denpasar.

“Ke depannya tentunya kami akan terus mendorong dan berkolaborasi dengan Perhumas Denpasar Bali dan juga Perhumas Indonesia dengan _tagline_Indonesia bicara baik. Karena sektor pariwisata tidak pernah lepas dari berbagai isu atau tantangan, baik yang bersifat alam maupun non alam. Tentunya kita harus memitigasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, apa narasi-narasi positif yang bisa kita sampaikan sehingga informasi ini bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Dewi.

Untuk ruang lingkup kolaborasi, Dewi Hendriyani menjelaskan bahwa Kemenparekraf akan bekerja sama dengan Perhumas untuk sertifikasi, pelatihan kompetensi dan mengundang Perhumas pada kegiatan-kegiatan yang ada di Kemenparekraf. Karena Kemenparekraf melalui Biro Komunikasi secara kontinu melakukan dialog kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

“Dengan ini kami akan berupaya berkolaborasi kedepannya bersama Perhumas sebagai partner yang akan menyampaikan informasi baik kepada masyarakat,” ujar Dewi.

Pengukuhan Perhumas Denpasar periode 2023-2026 juga dirangkai dengan Seminar Nasional Nasional dengan tema “Quantum Tourism, Strategi Komunikasi Pengembangan Produk Wisata Quantum dan Pengelolaan Sumberdaya Dalam Pencitraan Destinasi” yang diinisiasi oleh mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali jurusan hospitality program studi Diploma IV Pengelolaan Perhotelan semester VI kelas A dan B.

Seminar Nasional yang dipandu oleh Ni Wayan Jemiwi Jero, ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Dr Ni Made Eka Mahadewi MPar CHE, I Made Gunatra, dan Dr Ketut Arismayanti SST Par MPar.

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Bali, Cok Pemayun; Kelompok Ahli Gubernur Bali, I Gusti Rai Suryawijaya dan Gusti Kade Sutawa; serta Direktur Poltekpar Bali yang diwakili Dr. Yusni Wyarti. (HS-08)

Puncak Haji 27 Juni, Jemaah Bergerak Menuju Arafah

Kemenparekraf Perkuat Peran Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Desa Wisata