HALO KLATEN– Gerakan Beri Aku Sepuluh Pemuda (BASP) menunjuk Klaten, sebagai Kabupaten Percontohan BASP Goes To School.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 27 SMA dan SMK di Kabupaten Klaten, dipusatkan di lima sekolah, sesuai eks kawedanan yakni SMK N 1 Juwiring, SMK N 1 Jogonalan, SMA N 2 Klaten, SMA N 1 Karangdowo, dan SMA N 1 Karanganom.
Acara BASP Goes To School tersebut, diisi dengan seminar yang menghadirkan tiga narasumber, yakni Founder BASP Casytha, Bupati Klaten Sri Mulyani, dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Founder BASP sekaligus Anggota DPD RI, Casytha Arriwi Kathmandu, menyampaikan kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka bulan Bung Karno.
Adapun kegiatan yang dilakukan, adalah memperingati Hari Lahir Pancasila, Hari Lahir Bung Karno, dan hari Wafat Bung Karno, serta roadshow ke SMA dan SMK di Klaten untuk membumikan Pancasila.
“Harapannya kegiatan ini mempertebal Nasionalisme bagi anak muda dengan tahu sejarah tentang dasar negara dan kapan Indonesia berdiri sehingga bisa menebalkan nasionalisme mereka (para siswa),” kata Casytha Arriwi, di SMK N 1 Juwiring, belum lama ini.
Casytha menyampaikan Klaten dipilih karena kasus radikalisme cukup tinggi.
“Maka kita (BASP) mencoba pilot projectnya di Klaten ini, untuk melihat langsung siswa atau anak muda di Klaten. Terutama tentang wawasan kebangsaan. Tetapi tadi (siswa) cukup excited dan mereka semangat untuk kegiatan ini, semangat dengan hal baru, dan semangat menerima pengetahuan tentang wawasan kebangsaan,” kata dia.
Casytha juga menyampaikan bahwa kegiatan BASP Goes To School, akan dilaksanakan selama tiga hari (21-23/06).
“Mudah-mudahan lancar dan kalau misalnya penerimaan cukup bagus, maka akan kami duplikasi di daerah lain. Harapannya anak-anak muda di Klaten harus terus semangat dan harus selalu cinta Indonesia,” jelas Casytha.
Kapala Bappedalitbang Klaten, Pandu Wirabangsa, mewakili Bupati Klaten, menyampaikan rasa terima kasih, karena rangkaian bulan Bung Karno dilaksanakan di Kabupaten Klaten.
Bulan Bung Karno di Klaten dimeriahkan dengan lomba essai, BASP Goes To School, dan akan ada konser kebangsaan pada 25 Juni 2023.
“Semoga nantinya setelah acara di Klaten, ada cerita baik. Semoga menjadi inspirasi diterapkan di nasional,” kata Pandu.
Pandu memaparkan Kabupaten Klaten secara demografi didominasi usia produktif, sehingga harus dimaknai dengan kerja keras.
“Untuk itu kepada anak-anakku, ingat kalian generasi muda penerus bangsa. Jangan sia-sia kan masa mudamu dengan hal-hal negatif yang pada akhirnya akan merugikan. Belajarlah dari Proklamator Bung Karno, karena Bung Karno adalah pejuang, pembelajar. Bung Karno tidak pernah kenal rebahan, mager, tapi masa mudanya dipenuhi dengan membaca, menulis, berguru dengan para tokoh, serta aktif di organisasi,” jelas Pandu.
Kepala SMK N 1 Juwiring, Yulius Widianto, menyampaikan terima kasih karena SMK N 1 Juwiring menjadi salah satu tempat diselenggarakannya BASP Goes To School.
“Saya mewakili sekolah terutama dari eks kawedanan Delanggu sangat berterima kasih untuk kegiatan ini karena mampu meningkatkan wawasan kebangsaan siswa,” jelas Yulius.
Acara tersebut ditutup dengan permainan dan pemberian hadiah kepada siswa yang mengenakan pakaian atau mirip Bung Karno.
Terakhir, para siswa diberikan hiburan yang memainkan lagu remix kebangsaan dan nasionalisme. (HS-08)