HALO KENDAL – Pemkab Kendal menyambut baik dilaksanakannya pelatihan kompetensi yang diikuti sebanyak 320 peserta di daerahnya.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, dalam acara penutupan pelatihan berbasis kompetensi di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kamis (22/6/2023).
Diharapkan Bupati, dengan pelatihan berbasis kompetensi tersebut maka dapat menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif dan berdaya saing. Serta memberikan kontribusi lebih besar pada pengembangan ekonomi yang berbasis pada kebutuhan pasar kerja/industri, mengurangi penggangguran terbuka, dan meningkatkan daya saing SDM.
“Kemudian, dapat memiliki kompetensi dan pengalaman sebagai bekal untuk mencari pekerjaan atau bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri. Karena sudah memiliki skill yang mempuni dan memiliki sertifikat kompetensi. Sehingga, lulusan pelatihan kompetensi ini, 70 persen mampu diserap oleh dunia industri dan 30 persen bisa berwirausaha,” ungkap Dico.
“Dengan selesainya proses pelatihan ini, artinya pada saat yang sama pula bertambah jumlah calon tenaga kerja kompeten yang ada di Kabupaten Kendal. Sehingga peluang bekerja maupun berwirausaha tentunya terbuka lebar bagi panjenengan semua,” imbuh Bupati.
Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal tahun 2022 tercatat meningkat sebesar 1,8 persen atau menjadi 5,69 persen dari tahun sebelumnya, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kendal tahun 2022 tercatat meningkat sebesar 0,69 persen menjadi 73,19 persen.
Sementara untuk tren angkatan kerja dan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kendal tahun 2022 mengalami penurunan dari 7,55 persen menjadi 7,34 persen.
“Sedangkan untuk angka partisipasi kerja mengalami peningkatan. Dari semula 69,93 persen menjadi 73,44 persen,” imbuh Dico.
Adapun tantangan ketenagakerjaan di Kendal, lanjut Bupati, yaitu jumlah pengangguran yang cukup tinggi sebesar 41.540 jiwa, dibandingkan Jumlah angkatan kerja yang bekerja sebesar 565.936 jiwa.
Rendahnya kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (supply) yang tersedia dengan basis pendidikan dan keterampilan rendah, tidak sesuai (mismatch) dengan kebutuhan pasar kerja. Sehingga belum optimal merespon dunia usaha dan dunia industri (demand).
“Faktor lainnya, dengan adanya bonus demografi, yang mana jumlah penduduk usia produktif, yaitu usia 15-64 tahun, lebih besar dibanding penduduk usia tidak produktif. Yaitu usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun,” imbuh Bupati.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kendal, Cicik Sulastri dalam sambutannya mengatakan, maksud dan tujuan diselenggarakannya pelatihan berbasis kompetensi, yairu untuk mencetak tenaga kerja yang terampil, kompeten dan produktif.
Ada tujuh program dalam pelatihan ini yaitu menjahit pakaian wanita dewasa, menjahit operator garmen, teknik sepeda motor injeksi, tata rias kecantikan rambut, teknisi telephone seluler, dan teknik las (plate welder).
Untuk pelaksanaan pelatihan, terdiri dari pembelajaran 30 persen teori dan 70 persen praktik, berdasar pada skema kompetensi sesuai dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).
Sedangkan materi yang diberikan berupa pelatihan fisik mental disiplin, softskill, dan materi produktivitas serta materi teknis.
“Pelatihan bertujuan untuk menyiapkan tenaga yang siap untuk bersaing di dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja, serta memberikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang kejuruan agar dapat menciptakan peluang kerja atau berwirausaha,” ujar Cicik. (HS-06)