HALO SEMARANG – Sebanyak 620 peserta yang tergabung dalam 136 tim dari 50 universitas baik negeri maupun swasta di Indonesia, mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional 2023 di Universitas Semarang (USM), 21 – 26 Juni 2023.
Mereka bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam tujuh kategori yang diperlombakan. Universitas Semarang (USM) memang menjadi tuan rumah Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Wilayah I & II serta Tingkat Nasional 2023 bersama dengan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Pusprenas Kemendikbud Ristek).
Kontes Tingkat Wilayah I & II sudah terlaksana secara daring pada 28 Mei – 5 Juni 2023 melalui zoom conference yang menjadi penghubung para peserta yang berada di lokasi masing-masing dengan dewan juri yang berada di Gedung Menara Prof Dr Muladi, SH, Universitas Semarang.
Selanjutnya, tim yang lolos akan ditandingkan pada KRI Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan secara luring pada 21 – 26 Juni 2023, di Gedung Menara Prof Dr Muladi, SH, Gedung Auditorium Ir Widjatmoko dan Gelora Universitas Semarang.
Ketua Panitia Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional 2023, Dr Andi Kurniawan Nugroho, ST, MT mengatakan, Kontes Robot Indonesia adalah kegiatan kompetisi tahunan mahasiswa dalam bidang rancang bangun dan rekayasa robotika yang diselenggarakan oleh Balai Pengambangan Talenta Indonesia (BPTI) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
“KRI tahun 2023 merupakan penyelenggaraan ke-21 sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2003 di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu,” katanya, Kamis (22/6/2023).
Kontes Robot Indonesia tahun 2023 mempertandingkan tujuh divisi, yaitu enam divisi seperti yang telah diselenggarakan pada tahun sebelumnya, ditambah satu divisi baru.
“Beberapa yang dipertandingkan yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia – Beroda (KRSBI – B), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia, Humanoid (KRSBI-H), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI), dan Kontes Robot Bawah Air Indonesia (KRBAI), yang terdiri dari 136 tim dengan total peserta sebanyak 620 dan melibatkan 136 pembina,” tandasnya.
Asisten 2 Pemkot Semarang, Nana Storada Dwi Martadi yang mewakili Wali Kota Semarang yang hadir dalam sesi jumpa pers KRI 2023 mengatakan, pihaknya sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami berharap, ke depan akan ada divisi lomba terkait robot yang bisa membantu dalam pelayanan pemerintahan,” katanya.
Sebelumnya, Rektor USM, Dr Supari ST MT mengatakan, KRI 2023 merupakan ajang di mana setiap tim harus mengeksplorasi kemampuannya dalam perancangan, implementasi, dan strategi serta harus mengembangkan ide-ide mahasiswa untuk dapat membuat dan merancang suatu wahana bergerak berbentuk robot dengan berbagai bentuk dan struktur serta kecerdasan, agar dapat memenuhi tema dan aturan main yang telah ditentukan.
“Sehingga mahasiswa dapat berkompetisi secara sportif dalam arena yang telah ditentukan,” katanya.
Dr Supari menambahkan, di sinilah pentingnya pengembangan kemampuan kreativitas, inovasi dan strategi oleh setiap tim peserta. Karena Kreativitas dan daya inovasi merupakan kunci dalam meningkatkan daya saing.
“Penumbuhan kreativitas dan daya inovasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan belajar memahami persoalan, mengembangkan ide dan mengimplementasikannya dalam penyelesaian persoalan, serta strategi yang harus diterapkan. Kontes Robot merupakan salah satu wadah mahasiswa dalam implementasi kreatifitas dan inovasi yang didasari oleh teori yang didapat di bangku kuliah,” tandasnya.(HS)