HALO SPORT – Telah berpisah dengan Tottenham Hotspur, tapi Antonio Conte masih menyimpan dendam.
Conte hanya bertahan kurang dari dua setengah tahun sebelum diberhentikan manajemen Spurs pada Maret silam.
Manajer asal Italia itu gagal mendongkrak performa klub London ini, meski musim sebelumnya sukses membangkitkan Harry Kane dan kolega lolos ke Liga Champions.
Pada musim 2022-2023, bersama Conte, The Lilywhites cuma memenangi 17 pertandingan dan 13 kali kalah dalam total 40 laga.
Dia menandai partai terakhirnya dengan hasil imbang 3-3 di markas Southampton.
Secara garis besar Conte menyebut Tottenham tidak cukup ambisius.
Sindiran itu yang membuatnya harus meninggalkan markas Si Lili Putih.
Setelah ditinggal Antonio, Tottenham malah semakin kacau.
Mereka akhirnya finis kedelapan, posisi terburuk klub di Liga Primer Inggris dalam 14 musim sekaligus tak lolos ke kompetisi Eropa mana pun.
Spurs juga harus berganti manajer dua kali sebelum menunjuk Ange Postecoglou sebagai manajer permanen mulai musim depan.
Sementara Conte belum melatih lagi sejak meninggalkan Tottenham.
Mantan manajer Chelsea ini menyebut Spurs bukan klub yang senang meraih hasil terbaik.
Conte mengaku sudah berjuang maksimal, dan tim berada di urutan keempat ketika dia kemudian dipecat.
Pada akhirnya Spurs memang terus menurun dan harus puas finis di posisi kedelapan.
Conte meyakini klub London ini akan begitu-begitu saja jika tidak ada perubahan mentalitas.
Daniel Levy, pemilik Si Lili Putih, kini memercayai Ange Postecoglou untuk memimpin skuad.
Postecoglou sebelumnya sukses bersama Celtic dengan memenangi semua kompetisi domestik di Skotlandia.
Ange, pria berkebangsaan Australia dan berdarah Yunani, baru kali ini membesut klub besar di Premier League. (HS-06)