HALO PURBALINGGA – Akhirnya tahun 2023 ini menjadi angin segar bagi Jamaah Calon Haji (Calhaj) lansia yang penundaannya ditunda dari tahun 2020 lalu.
Pasalnya tahun 2023 ini Kantor Kementerian Agama melaksanakan kebijakan Ramah Lansia bagi Jamaah Calhaj.
Sudamri, Jamaah Calhaj dari Desa Kalapacung, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga yang berusia 77 tahun, merasa senang karena bisa berangkat haji tahun ini.
Seharusnya dia bisa berangkat pada 2020 silam. Tetapi lantaran ada pandemi Covid-19, keberangkatannya ditunda.
“Kami daftar haji dari 10 Januari 2012 dan dijadwalkan tahun 2020 berangkat, akan tetapi karena ada pandemi kepergian kami diundur dan alhamdulillah tahun ini berangkat,” kata Sudamri, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.
Sudamri berangkat bersama istri dan anaknya. “Anak saya ikut berangkat untuk mendampingi saya dan istri saya, jadi nanti ketika kesulitan ketika beribadah, tidak mengandalkan panitia haji,” kata dia.
Sudarmi dan istri bercerita jika sebelum nya sudah cek kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat untuk berangkat ke Tanah Suci.
Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Syarif Hidayat berpesan, agar jemaah haji muda bersedia ikut membantu jemaah haji lansia.
“Tercatat 328 total jumlah calhaj lansia yang berangkat dari total 610 calhaj yang diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan pada Rabu 14 Juni besok,” tambah Syarif.
Dalam Laporannya Syarif menyebutkan dari 610 orang Calhaj dibagi dalam 2 kloter yaitu Kloter-71 berjumlah 281 orang dan Kloter-72 berjumlah 329 orang.
“Sebenarnya masih ada jamaah tambahan 22 orang tapi ini masih menunggu kepastian berangkatnya, apakah nanti mengikuti kloter reguler atau kloter sapu jagat,” katanya.
Sementara itu Bupati Purbalingga, Dyah hayuning Pratiwi, dalam acara pelepasan keberangkatan jemaah calon haji, menitipkan pesan agar mereka turut mendoakan demi kebaikan Indonesia dan Kabupaten Purbalingga.
“Bapak ibu akan bertandang ke tempat-tempat yang Insya Allah mustajab dalam berdoa, seperti di Raudhah atau Taman Surga di Madinah, kalau di Mekkah ada Multazam termasuk Hijir Ismail. Di tempat itu nderek titip selain doa pribadi, sisipkan doa untuk Indonesia, Jawa Tengah, dan kemajuan Purbalingga,” kata Bupati, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.
Dia juga meminta jemaah haji mendoakan para pemimpin di Purbalingga, agar dapat mengemban amanah dengan baik.
Selain itu juga doa kepada sesama saudara muslim, agar untuk berangkat haji atau umrah. (HS-08)