HALO TEGAL – RSUD Kardinah Kota Tegal, menangani intensif kasus stunting dan gizi buruk, yang dialami Cintya Rizki Azalia, balita berusia tiga tahun, anak pasangan Isfandi (49) dan Lina Handayani (37).
Cintya dan orang tuanya sementara ini tercatat sebagai warga yang tinggal di rumah kontrakan di RT 5 RW 3, Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana.
Dia dibawa ke RSUD Kardinah, Selasa (30/5/2023) dan langsung dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Kardinah.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, mengatakan melihat kondisi Cintya yang mengalami stunting sangat memprihatinkan, Pemerintah Kota Tegal akan berupaya merawat dan menangani secara intensif.
Segala pemenuhan gizi, termasuk pemberian vitamin dan obat-obatan akan diberikan, agar kondisi Cintya bisa segera pulih dan normal seperti layaknya anak seusianya.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kardinah Kota Tegal, Nurmilawati, menyampaikan, bahwa RSUD Kardinah akan terus berupaya menangani Cintya, yang mengalami stunting.
Sejumlah dokter akan siap menanganinya, agar kondisi Cintya bisa sehat seperti anak normal.
Apalagi pihak keluarga Cintya sudah memiliki jaminan dari BPJS Kesehatan, maka penanganannya selain dibantu RSUD Kardinah juga sudah ter-cover.
Lina Handayani (37) ibu dari Cintya, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Tegal dan RSUD Kardinah.
Ia berharap dengan penanganan yang intensif akan memberikan perubahan yang baik untuk anaknya.
Dapat Perhatian
Sebelumnya, kasus Cintya Rizki Azalia ini juga mendapat perhatian dari Pemkab Brebes.
Hal ini karena walaupun keluarga Cintya sudah menetap selama lebih dari dua tahun di Kota Tegal, namun mereja masih ber-KTP Kabupaten Brebes.
Kakaknya Rani yang sempat putus sekolah pun, akan kembali bersekolah setelah mendapat rekomendasi melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowati, menuturkan pada 2022 lalu, Cintya dibawa ke RSUD Brebes karena kasus gizi buruk.
Balita berusia 3 bulan itu pun mendapatkan perawatan selama satu bulan, dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Oleh dokter, Cintya juga didiagnosis mengalami gangguan pernafasan.
“Beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit, kondisinya kembali memburuk dan dirawat di RS Kardinah selama empat bulan, kemudian diperbolehkan pulang karena kondisi membaik,” terangnya.
Menurut Ineke, Cintya masih kontrol ke RSUD Kardinah setiap bulan, kontrol terakhir Sabtu 27 Mei 2023.
Oleh dokter yang menangani, balita itu disarankan untuk diberikan terapi susu gizi buruk, namun orang tuanya harus membeli sendiri.
“Melihat kondisi ini, kami terutama Dinas Kesehatan langsung meninjau rumah keluarga Cintya, yang memang sudah berpindah domisili. Ini juga yang membuat kami bingung, terkait data untuk pemberian bantuan,” kata dia.
Ibunda Cintya, mengharapkan bantuan untuk membeli susu gizi buruk yang harganya mahal.
Terkait itu, Ineke segera berkoordinasi dengan beberapa pihak, selain bersama-sama memantau kondisi Cintya, juga pemberian susu dari Baznas.
Sementara itu mendengar informasi adanya kasus balita stunting di kota Tegal, Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Negeri 1 (Ketum Ikasma) Tegal, tergerak untuk membantu.
Cintya yang hanya bisa terbaring, saat ini tengah dirawat secara intensif di RSUD Kardinah Kota Tegal.
Dengan bersepeda, Ketua Umum Ikasma Tegal, Tafakurrozak, Rabu (31/5/2023) pagi mendatangi RSUD Kardinah Kota Tegal, dengan didampingi Divisi Kesehatan Ikasma Tegal, dokter Devi.
Bantuan yang diberikan berupa susu khusus untuk balita stunting dan sejumlah dana.
Ketua Umum Ikasma Tegal, Tafakurrozak mengatakan kedatangannya selain untuk menengok Cintya, juga untuk memberikan bantuan.
Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, apalagi ia sekeluarga merupakan warga Kota Tegal yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Harapannya, pemberian bantuan juga bisa memotivasi masyarakat lain untuk bisa berbagi dengan sesama, membantu orang-orang yang membutuhkan. Apalagi untuk kasus-kasus stunting saat ini tengah menjadi perhatian.
Menurut Tafakurrozak, tantangan di masa mendatang, seperti krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan bisa saja melanda. Karenanya dengan masyarakat yang solid dan bahu membahu membantu sesama dan menebar kebaikan, diharapkan mewujudkan masyarakat yang sejahtera merata.
“Dengan seringnya kita berbuat baik, maka kebahagiaan dan kebaikan juga akan berbalik untuk diri kita sendiri,” kata dia.
Sebagai Ketua Umum Ikasma Tegal, dia juga berpesan kepada seluruh anggota agar senantiasa peduli pada warga yang membutuhkan uluran tangan. (HS-08)