in

Ikon Wisata Jembatan Emas Bangka Jadi Jujugan Wisatawan

Jembatan Emas terlihat berdiri megah dan terbuka saat ada kapal akan melintas di Pantai Air Anyir Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini.

JIKA di Kota London, Inggris ada ikon terkenal di dunia yaitu Jembatan Menara atau Tower Bridge yang bisa buka – tutup saat dilintasi kapal pesiar di atas Sungai Theme, maka di Indonesia jembatan seperti itu ternyata juga ada.

Desain jembatan tersebut ternyata juga diadopsi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang bernama Jembatan Emas. Dan saat ini telah menjadi ikon pariwisata baru di wilayah penghasil timah ini.

Diberi nama Jembatan Emas bukan karena jembatannya terbuat dari emas, seperti Tugu Monas. Melainkan berasal dari nama singkatan Gubernur Bangka Belitung yang lama, yaitu Eko Maulana Ali-Syamsudin Basari (EMAS), yang sekaligus menjadi tokoh pembangunan di Bangka Belitung. Ia memimpin dari tahun 2007 sampai tahun 2012.

Kalau Jembatan London membentang di Sungai Theme antara Borough High Street di Southwark dan King William Street di Inggris. Maka untuk Jembatan Emas ini menghubungkan daerah pinggiran pantai Kota Pangkalpinang (Ketapang) dan Air Anyir Kabupaten Bangka. Jembatan yang mulai dibangun pada tahun 2010 ini, telah dioperasikan secara rutin pada awal tahun 2017.

Jembatan ini pun satu-satunya di Asia Tenggara dengan tipe Cable Stayed with Bascule Bridge. Dengan membentang sepanjang 784,5 meter dan lebar 23,2 meter.

Nampak di pagi hari jembatan berwarna kuning ini, saat dipandang sekilas, seperti jembatan pada umumnya. Di sekitar bawah jembatan, terlihat sebuah kapal ikan nelayan berlabuh untuk bongkar hasil tangkapan setelah beraktivitas malam hari mencari ikan di tengah laut. Beberapa kru kapal ikan dan anak kecil asik berenang di dekat kapal yang berlabuh, sesekali menyelam dan muncul di atas permukaan air.

Tak jauh dari kapal itu, beberapa orang hanya duduk santai menikmati angin laut semilir dan menatap jauh ke laut, sembari melihat sejumlah nelayan yang sibuk memancing di bibir pantai. Dan ada juga yang melemparkan kail pancing dari atas perahunya.

Di sudut yang lain, anak anak kecil berlarian dan berkejaran untuk bermain menuju air dan mencari kerang dan ikan kecil, kepiting, udang, yang terperangkap di darat karena air laut yang surut. Lalu ditaruh ke dalam botol air mineral bekas.

Di jam-jam tertentu, jembatan ini akan membuka atau terangkat otomatis ke atas saat kapal besar akan melintas di bawahnya. Sehingga momen ini bisa disaksikan pengunjung yang tengah bersantai atau duduk-duduk di gazebo yang disediakan di bibir pantai.

Salah satu pengunjung, Edi Irawan mengatakan, dirinya sering berkunjung ke Jembatan Emas ini, karena selain pemandangannya cukup indah dan masih asri, tempat ini cocok untuk orang yang ingin mencari sedikit waktu istirahat melepas penat dari kesibukan rutinitas pekerjaan padat.

“Awalnya memang sedikit yang berkunjung kesini, tapi karena tempatnya yang bagus, terus jadi ramai dan salah satu jujugan wisatawan favorit, baik dari masyarakat lokal maupun luar kota. Kalau malam hari, suasana makin indah dengan gemerlap cahaya lampu hias yang terpasang di jembatan, sehingga banyak warga yang datang menikmati pemandangan tersebut terutama di malam hari dari Jembatan Emas,” imbuhnya.

Selain melihat hilir mudik kapal nelayan dan kapal besar, dari Jrmbatan Emas ini pengunjung juga bisa menikmati keindahan Pantai Koala, Keindahan Pasir Padi yang terletak di Kotamadya Pangkalpinang dan PLTU Air Anyir di Kabupaten Bangka yang juga terlihat jelas. (HS-06)

Polres Grobogan Kerahkan Puluhan Anggota Amankan Pengambilan Api Waisak di Mrapen

Pria Remaja di Klaten Meninggal Usai Latihan Silat, Polisi: Proses Sidik