in

Polres Grobogan Kerahkan Puluhan Anggota Amankan Pengambilan Api Waisak di Mrapen

Kabag Ops Polres Grobogan, AKP Sucipto. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Sebanyak 86 anggota Polres Grobogan, bakal dikerahkan untuk mengamankan proses pengambilan api, yang akan digunakan umat Buddha, dalam perayaan Tri Suci Waisak 2023.

Pengamanan akan dilaksanakan di objek wisata Api Abadi Mrapen, Godong, Grobogan hingga jalur yang dilalui untuk membawa api tersebut.

Hal itu diungkapkan Kabag Ops Polres Grobogan, AKP Sucipto, mewakili Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan, Rabu (31/05/2023). Ia mengatakan kegiatan pengamanan akan dimulai pada Kamis (1/6/2023).

“Pengamanan rangkaian pengambilan Api Abadi Mrapen untuk ibadah menyambut perayaan hari Tri Suci Waisak 2023 akan dimulai Kamis. Kegiatan lebih difokuskan di objek Wisata Api Abadi Mrapen,” kata Sucipto, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Di lokasi wisata itu, pengamanan akan dimulai pada Kamis (1/6/2023) malam dan Jumat (2/6/2023).

Dalam pengamanan nantinya juga melibatkan personel gabungan yang terdiri atasTNI, Polri, stakeholder, dan elemen masyarakat.

“Kegiatan pengamanan akan dilakukan dari kamis hingga nanti puncak pengambilan api abadi pada Jumat (2/6/2023),” tutur AKP Sucipto.

Adapun rangkaian kegiatan menyambut perayaan Waisak yang dimulai diawali dengan Bakti Sosial Pengobatan Gratis di Pelataran Taman Lumbini, kompleks Candi Agung Borobudur Zona 2 pada tanggal 30-31 Mei 2023.

Lebih lanjut, Kabag Ops Polres Grobogan merinci kegiatan pengamanan yang dilakukan pada hari Kamis akan menerjunkan 4 anggota dari Polsek Godong Polres Grobogan, sedangkan sisanya melaksanakan pengamanan pada hari Jumat.

Puncak perayaan waisak sendiri akan ditandai dengan kegiatan prosesi dan detik-detik perayaan Waisak dengan pusat kegiatan yakni berada di Pelataran Candi Mendut dan Candi Borobudur.

Seperti diketahui, perayaan Waisak berskala internasional, akan dilaksanakan di Borobudur, 4 Juni 2023 mendatang.

Staf Khusus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo, melalui kemenag.go.id, mengatakan  Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Buddha, bersama Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dan lembaga-lembaga keagamaan Budha, akan menyukseskan pelaksanaan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2567 BE/2023 di Candi Borobudur pada tanggal 4 Juni 2023 mendatang.

Staf Khusus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo mengatakan bahwa perayaan Waisak nanti akan menghadirkan banyak Bikkhu dari manca negara seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia.

“Merupakan suatu kebanggaan bahwa Candi Borobudur telah resmi menjadi tempat ibadah umat Buddha, bukan hanya bagi umat Buddha Indonesia, tapi juga umat Buddha dunia,” kata Wibowo.

“Ada tradisi Thudong, di mana para biksu berjalan kaki dari Thailand ke Indonesia menuju ke Candi Borobudur,” lanjutnya.

Hari Raya Waisak tahun ini, lanjut Wibowo juga menjadi simbol kebersamaan umat Buddha, di mana dua organisasi keagamaan Budha terbesar di Indonesia, Walubi dan Permabudhi, berkomitmen untuk merayakan Hari Raya Waisak secara bersama-sama.

“Tidak mementingkan ego masing-masing, tapi mengutamakan sikap toleransi dan kebersamaan,” ujarnya.

Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang libur nasional dan cuti bersama telah menetapkan Hari Raya Waisak jatuh pada 4 Juni 2023. Detik-detik Waisak di Indonesia akan dirayakan pada pukul 10.41. WIB.

Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama, Supriyadi menerangkan penetapan Hari raya Tri Suci Waisak di Indonesia menggunakan metode Purnama-Sidhi berdasarkan perhitungan Astronomi yang bersifat universal, ilmiah, dan modern.

Supriyadi merinci, bahwa satu tahun matahari berjumlah 365 hari. Sedangkan satu tahun lunar hanya 355 hari. Sehingga, terdapat perbedaan 10 hari setiap tahunnya.

Pada tahun kabisat lunar, dalam satu tahun terdapat 13 purnama. Pada saat itu, terdapat bulan Waisak ganda. Maka, perhitungannya berpatokan pada kalender lunar/chandra Buddhis yang sudah menyesuaikan dengan perhitungan kalender matahari/solar-surya. Atau, perhitungan luni-solar yang setiap satu daur 19 tahun terdapat 7 tahun kabisat lunar dengan 7 bulan sisipan.

“Tahun 2023 Masehi adalah tahun kabisat lunar di mana terdapat bulan Waisak ganda. Maka yang diambil adalah Purnama-Sidhi Waisak kedua yang jatuh pada 4 Juni 2023,” tandasnya pada Jum’at (26/05/2023).

Rangkaian acara peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2567 BE/2023 yang akan dilaksanakan antara lain sebagai berikut:

  1. Acara Bakti Sosial Pengobatan Gratis pada tanggal 30 dan 31 Mei 2023
  2. Pengambilan Api Dharma di Mrapen, Grobogan, dan Ritual pensakralan di Candi Mendut, pada 2 Juni 2023,
  3. Pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit, Temanggung, dan Ritual pensakralan Candi Mendut pada tanggal 3 Juni 2023,
  4. Acara Kirab Waisak Candi Mendut ke Candi Borobudur, Detik-Detik Waisak, Pradaksina Candi Borobudur, dan Pelepasan Lampion Waisak pada tanggal 4 Juni 2023.

Acara festival pelepasan lampion merupakan pertanda penutupan perayaan Waisak 2567 BE tahun 2023. Festival lampion di Borobudur ini juga bisa diikuti oleh masyarakat umum. (HS-08)

Presiden Jokowi Luncurkan Logo IKN Bertema Pohon Hayat

Ikon Wisata Jembatan Emas Bangka Jadi Jujugan Wisatawan