in

Gelora Jadi Partai Terakhir Pengajuan Bacaleg di KPU Kendal

HALO KENDAL – Partai politik (parpol) Peserta Pemilu 2024, Partai Gelora, sebagai partai terakhir yang mengajukan bakal calon legislatif (bacaleg) untuk DPRD Kabupaten Kendal, di kantor KPU Kendal, pada pukul 23.00 WIB.

Sekretaris DPC Partai Gelora, Didik Junaidi mengatakan, pihaknya mengajukan 50 bacaleg untuk Pemilu 2024 mendatang dari enam daerah pemilihan (dapil), dengan keikutsertaan kuota perempuan lebih dari 30 persen.

“Target kita tidak muluk-muluk, yang jelas Partai Gelora mendapatkan kursi di DPRD Kendal. Sehingga dapat ikut serta dalam pembangunan di Kabupaten Kendal,” ujarnya.

Didik menegaskan, sebagai partai politik yang didirikan pada tanggal 28 Oktober 2019, Partai Gelora membidik generasi muda untuk ikut terjun di dunia politik dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

“Tanggal lahir Partai Gelora sama dengan peringatan Sumpah Pemuda. Untuk itu, kami lebih membidik kaum muda atau kaum milenial untuk berkiprah di dunia politik, dan diharapkan dapat membuat perubahan untuk daerahnya, juga bangsa dan negara untuk lebih baik,” tandasnya.

Didik mengungkapkan, pengurus DPC Partai Gelora bersama beberapa bacaleg sengaja mengajukan bacaleg di penghujung waktu pendafaran.

“Bersama beberapa bacaleg, kami memang sengaja mengajukan pendaftaran bacaleg di detik-detik sebelum penutupan. Harapannya, Partai Gelora sebagai partai pilihan terakhir warga Kendal,” ungkapnya.

Sebelumnya, juga ada pengajuan dari Partai Buruh Kendal dengan jumlah 19 bacaleg, dan juga Partai Garuda Kendal sebanyak 20 bacaleg. Kedua parpol tersebut juga mengaku tidak mentargetkan muluk-muluk perolehan kursi di DPRD Kendal.

“Target kami tidak muluk-muluk, yang penting ada wakil kami di DPRD Kendal. Sehingga aspirasi para buruh di Kabupaten Kendal ada yang mewakili,” ungkap Ulfatul Khasanah, selaku Ketua Exco Partai Buruh Kendal. (HS-06)

 

17 Parpol Resmi Mengajukan Bacaleg ke KPU Kendal

Gelar Pagelaran Ebeg di Banyumas, Ganjar Milenial Center Jateng Berusaha Jaga Eksisten Seni Budaya Lokal