HALO PEKALONGAN – Sejak tahun 2020, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan terus masifkan kegiatan Sapu Bersih Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (Saber AKI dan AKB). Kegiatan tersebut penting, untuk mengetahui keadaan derajat kesehatan ibu dan anak di suatu masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto melalui pengelola program kesehatan anak, Ria Andriani mengatakan, kegiatan dilakukan untuk meminimalisir resiko tinggi dengan skrining dini bagi ibu hamil, melahirkan, bayi dan balita.
“Selain itu, juga dapat menggambarkan tingkat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, efisien dan efektivitas dalam pengelolaan program kesehatan,” terangnya melalui rilis yang diterima halosemarang.id, Rabu (8/2/2023).
Ria menjelaskan, kegiatan dimulai bulan Februari di empat wilayah yaitu Kecamatan Pekalongan Utara di Puskesmas Dukuh, Kecamatan Pekalongan Barat di Puskesmas Medono, Kecamatan Pekalongan Timur di Puskesmas Sokorejo dan Kecamatan Pekalongan Selatan di Puskesmas Buaran.
“Petugas kesehatan puskesmas akan melakukan deteksi awal di masing-masing wilayahnya. Jika ditemukan ibu atau anak yang beresiko akan ditindaklanjuti dengan rujukan ke dokter spesialis anak ataupun kandungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ria menambahkan, terkait target beberapa kasus tumbuh kembang, apalagi gizi kurang yang bisa mempengaruhi derajat kesehatan bayi dan balita, dapat tertangani lebih dini.
“Diharapkan bisa mempercepat serta memudahkan akses dari pasien untuk melakukan skrining. Jadi orang tua dari bayi dan balita yang terindikasi memiliki gangguan pertumbuhan dan perkembangan bisa lebih mudah untuk mendapatkan penanganannya,” imbuhnya.
Dirinya menyebut, dalam satu tahun, kegiatan ini akan dilaksanakan sebanyak enam kali yakni setiap dua bulan sekali.
“Dalam pembangunan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar derajat kesehatan masyarakat bisa tercapai setinggi-tingginya,” tandas Ria.
Sementara itu, dokter spesialis kandungan, dr Nadia Adi Kusuma menambahkan, pada skrining, dilakukan USG untuk ibu hamil yang mempunyai resiko tinggi terjadinya permasalahan dalam kehamilannya.
“Selain itu, ia juga mengedukasi ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, menjaga asupan makanan serta tetap melakukan aktivitas kebugaran yang sesuai dengan usia kandungannya,” kata dokter Nadia.
Sedangkan, dr Tri Kusuma Wardan menjelaskan, perlu adanya kesadaran tiap orang tua untuk memperhatikan tumbuh dan kembang anak. Menurutnya, hal tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya keterlambatan.
Selain itu orang tua juga harus menjaga kebersihan lingkungan seperti membiasakan cuci tangan dengan sabun, pola dan kebutuhan asupan makanan seperti karbohidrat, protein, lemak dan lainnya,
“Skriningnya kita lihat dari BB, TB, perkembangan, jadi kalau di bawah grafik atau standar itu biasanya kita rujuk ke RS untuk skrining lebih lanjut. Mudah-mudahan dapat menurunkan angka kematian bayi dan anak di Kota Pekalongan,” jelas dokter Tri. (HS-06).