HALO SEMARANG – Sebanyak 600 personel gabungan, dikerahkan untuk mengamankan Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula Satu (F1 H20) di Balige, Danau Toba, 24-26 Februari 2023 mendatang.
Event ini juga akan menjadi momen untuk menunjukkan dan mewujudkan Danau Toba menuju pentas dunia.
“Selama kegiatan F1 H20, Polda Sumatra Utara menggelar Operasi Kepolisian Hopal Toba 2023, dengan melibatkan lebih 600 personel gabungan TNI, Polri serta stakeholder lainnya,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, Sabtu (14/1/23).
Kapolda Sumut menuturkan, operasi yang digelar Polda Sumut bersama Kodam I Bukit Barisan itu, untuk memberikan rasa aman kepada peserta, penonton, wisatawan serta masyarakat, selama perhelatan F1 H20.
Kurang lebih 600 personel gabungan TNI-Polri siap mensukseskan perhelatan akbar sebuah kompetisi balap perahu internasional paling bergengsi dan event perdana serta pertama kali diselenggarakan di Indonesia tepatnya di danau vulkanik terbesar dunia Danau Toba.
“Tentunya saya berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Sumatra Utara dalam menyukseskan event F1H20. Momentum ini sekaligus memperkenalkan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata super prioritas yang dimiliki Indonesia kepada wisatawan mancanegara,” kata Kapolda Sumut, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.
Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, seperti dirilis kemenparekraf.go.id, mengatakan Indonesia untuk kali pertama akan menjadi tuan rumah ajang balap Formula One Power Boat atau yang dikenal dengan F1H2O.
Kompetisi kelas dunia ini akan dilangsungkan di Danau Toba, pada 24-26 Februari 2023.
F1H2O seri Indonesia, sekaligus menjadi ajang F1H2O pertama di danau vulkanik terbesar di dunia.
Menurut dia, dipilihnya Danau Toba sebagai lokasi penyelenggaraan balap F1H2O menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kemampuan dan juga infrastruktur yang mumpuni untuk menggelar kegiatan kompetisi balap berkelas dunia.
“Tidak bosan-bosannya saya sampaikan bahwa sebagai negara yang besar, Indonesia akan maju bila ada kerja sama dari seluruh pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, media, sampai masyarakat. Jadi semuanya saling bahu-membahu dan diurus secara holistik,” kata Luhut.
Dia mengungkapkan, penyelenggaraan event berkelas internasional ini dapat mempromosikan destinasi wisata dan memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi daerah tempat destinasi wisata tersebut berada.
Sumatera Utara merupakan salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pada tahun 2019, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di provinsi ini mencapai 258.822 orang. Namun demikian, jumlah ini menurun sangat drastis pada tahun 2021 akibat pandemi Covid-19.
Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) tentunya memerlukan upaya lebih untuk menarik minat wisatawan nusantara dan mancanegara.
Dengan diselenggarakannya F1H2O di Danau Toba, Luhut berharap dapat menarik wisatawan pascapandemi Covid-19, sekaligus mendorong ekonomi dan pariwisata di daerah sekitar dapat tumbuh dan berdampak positif pada masyarakat.
“Saya berharap setelah event ini terselenggara, akan ada multiplier effect serta peningkatan perputaran ekonomi terhadap potensi pariwisata, olahraga, serta ekonomi kreatif di Toba maupun di Indonesia,” ungkap Luhut. (HS-08)