in

50 Sekolah Penggerak di Kendal Sudah Menerapkan Kurikulum Prototipe

Acara in house training penerapan Kurikulum Prototipe di SMP Negeri 4 Cepiring, Kendal, Kamis (20/1/2022).

HALO KENDAL – Mulai tahun 2022 ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan tiga opsi kurikulum yang dapat diterapkan satuan pendidikan dalam pembelajaran.

Di Kabupaten Kendal sudah ada 50 sekolah penggerak yang menggunakan Kurikulum Prototipe.
Tiga opsi yaitu, menggunakan Kurikulum 2013, atau Kurikulum Darurat, atau bisa juga Kurikulum Prototipe.

Kurikulum Darurat merupakan penyederhanaan dari Kurikulum 2013, yang sudah dijalankan sejak tahun 2020 lalu, atau saat ada pandemi Covid-19.

Sedangkan Kurikulum Prototipe, merupakan kurikulum berbasis kompetensi, untuk mendukung pemulihan pembelajaran, dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan, Kurikulum Prototipe di Kabupaten Kendal hanya dilaksanakan di sekolah yang ditunjuk sebagai penggerak.

“Ada 50 sekolah penggerak yang ditunjuk, mulai dari TK, SD dan SMP. Semua siswa di sekolah penggerak tersebut, sudah menggunakan Kurikulum Prototipe,” terangnya saat sambutan dalam acara in house training di SMP Negeri 4 Cepiring, Kamis (20/1/2022).

Dijelaskan, salah satu karakteristik Kurikulum Prototipe adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek, untuk mendukung pengembangan karakter. Sesuai dengan profil Pelajar Pancasila.

“Dalam kurikulum ini, sekolah penggerak diberikan keleluasaan dan kemerdekaan untuk memberikan proyek-proyek pembelajaran yang relevan dan dekat dengan lingkungan sekolah,” jelas Wahyu.

Ditambahkan, pembelajaran berbasis proyek ini dianggap penting. Yakni bagaimana bersikap toleransi, saling bekerja sama, saling menjaga dan lain-lain.

“Selain itu, siswa juga diajak untuk mengintegrasikan kompetensi esensial dari berbagai disiplin ilmu,” imbuh Kadisdikbud Kendal.

Salah satu sekolah penggerak yang sudah menggunakan Kurikulum Prototipe adalah SMP Negeri 4 Cepiring, Kabupaten Kendal.

Kepala SMP Negeri 4 Cepiring, Sutrisno menjelaskan, penerapan Kurikulum Prototipe khusus hanya untuk siswa kelas tujuh saja. Sedangkan siswa kelas delapan dan sembilan menggunakan Kurokulum 2013.

Untuk itu, pihaknya melaksanakan in house training bagi semua guru, dengan harapan, tahun ajaran 2022/2023 nanti, semua guru kelas delapan dan sembilan sudah ada persiapan.(HS)

Disperindag Jateng Pastikan Harga Minyak Goreng Di Pasar Modern Rp 14 Ribu

Dewan Dorong Pembuatan Perda untuk Gratiskan Biaya Pemakaman di TPU Milik Pemkot Semarang