HALO KENDAL – Banyak tantangan yang harus dihadapi para calon legislatif (caleg) untuk terpilih sebagai anggota legislatif. Bukan hanya doa dan semangat, tapi juga fisik yang kuat, ketangguhan dan tekad yang tinggi untuk menghadapi segala rintangan.
Apalagi, untuk bertarung di daerah pemilihan (Dapil) yang luas, dengan medan pegunungan, merupakan pengalaman yang tidak ternilai.
Berjalan kaki, naik turun gunung, jalan bebatuan, terjal, dan berliku menjadi santapan sehari-hari. Belum lagi dengan kondisi hujan dan panas, bukan rintangan yang harus dijauhi, tapi harus dihadapi.
Apalagi saat memberi edukasi ke kelompok-kelompok pemilih, tiba-tiba listrik mati, maka harus menunggu beberapa waktu menghidupkan genset.
Keteguhan hati untuk memperjuangkan nasib rakyat, terutama dari daerah-daerah terpencil, yang sulit dijangkau, menjadi bara pemicu untuk terus maju, melupakan lelah hati, tenaga, dan pikiran.
Hal itu yang diungkapkan Muhammad Iqbal Adila SH, salah satu caleg dari PDI Perjuangan di Dapil Kendal 4, di sela-sela dirinya mengikuti Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2024, di Kantor KPU Kendal, Jumat (1/3/2024).
Sebagai “wajah baru” dalam ajang pemilihan anggota calon legislatif terpilih, berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal Nomor 931 Tahun 2024 Tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kendal Tahun 2024 Tertanggal 1 Maret 2024.
Muhammad Iqbal Adila adalah caleg peraih suara terbanyak dari PDI Perjuangan di Dapil Kendal 4 yang meliputi Kecamatan Sukorejo, Patean, Pageruyung, dan Plantungan yang membuat dirinya berpeluang melenggang ke gedung DPRD Kendal.
Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilihnya langsung.
Dari data rekapitulasi perolehan suara, Muhammadi Iqbal Adila mampu meraih 4.534 suara, yang telah menentukan pilihan kepada kader muda yang saat ini menjabat sebagai Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Kendal tersebut.
“Suara rakyat yang saya raih itu tidak lepas dari upaya kerja keras yang sungguh-sungguh, serta terus menerus dan berkelanjutan,” ungkap Muhammad Iqbal Adila.
Berbeda dengan kehidupan sehari-hari yang telah dilaluinya di kota besar, karena meskipun lahir di Kendal, namun sejak SD, SMP, dan SMA dirinya besar dan hidup di Jakarta. Kemudian melanjutkan S1 Fakultas Hukum di Universitas Padjadjaran, perbedaan fasilitas sangat ia rasakan.
Hal itulah yang menggugah semangatnya, untuk mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kendal, yang bertujuan memperjuangkan nasib dan kesejahteraan masyarakat di perdesaan hingga ke pelosok-pelosok.
“Perbedaan fasilitas itu yang sangat jelas saya rasakan. Oleh karena itu, saya akan berjuang bukan hanya untuk pemilih saya, tetapi seluruh masyarakat dari dapil Kendal empat,” tandas Muhammad Iqbal Adila. (HS-06).