HALO KENDAL – Dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal menggelar launching Gerakan Sekolah Sehat yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Kamis (2/4/2024).
Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dalam sambutannya mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional 2024 kepada seluruh guru, tenaga kependidikan dan pelajar di Kendal.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setiap langkah dan kontribusi yang telah dilakukan oleh para stakeholder pendidikan, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga siswa, dalam mewujudkan visi bersama untuk memberikan layanan mutu Pendidikan yang lebih baik dan berkualitas.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Pendidikan
Nasional ini sebagai momentum untuk memperkuat tekad dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Kendal,” ujar Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut.
Dirinya menegaskan, kualitas pembelajaran merupakan hal yang sangat penting untuk terus menerus dikembangkan, dan salah satu prasyarat mutlak yang harus dipenuhi adalah status kesehatan peserta didik yang paripurna. Baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.
Menurut Wabup, dalam upaya meningkatkan kesehatan peserta didik, Kemendikbudristek menetapkan kebijakan peningkatan status kesehatan sekolah dan revitalisasi UKS melalui Gerakan Sekolah Sehat (GSS).
“Dengan tujuan mendorong semua satuan pendidikan untuk melaksanakan peningkatan kesehatan secara terus menerus dan berkelanjutan dengan berfokus pada lima sehat, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan,” tandasnya.
Terkait launching Gerakan Sekolah Sehat (GSS) di Kendal, Wabup berharap, program dapat meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah, dengan menyediakan pola makanan sehat dan gizi yang seimbang bagi para siswa.
“Selain itu dapat mengedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Sehingga kita tidak hanya mencetak generasi yang cerdas, namun juga sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, kegiatan memiliki tujuan dan harapan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan berkualitas serta gaya hidup sehat di kalangan siswa, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua.
“Hari ini, kita berkumpul untuk bersama-sama berkomitmen dan memastikan bahwa pendidikan merupakan tanggungjawab kita bersama dan pendidikan adalah fondasi utama dalam pembentukan karakter, peningkatan pengetahuan, dan pembangunan individu serta masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya
Feri menjelaskan, Gerakan Sekolah Sehat adalah sebuah komitmen untuk memastikan bahwa setiap anak didik di sekolah, memiliki akses terhadap lingkungan belajar yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka, sehingga terwujud gaya hidup yang lebih sehat, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan tempat belajar.
“Bapak dan sekalian, gerakan ini tidak hanya tentang apa yang terjadi di dalam kelas ataupun sekolah, tapi adalah tentang bagaimana kita menciptakan pola hidup yang akan membimbing anak didik menuju masa depan yang lebih sehat dan lebih baik,” jelasnya.
“Jadi ini tentang mengubah mindset menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, baik sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan,” imbuh Feri.
Kepala Disdikbud Kendal juga memaparkan terkait capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kabupaten Kendal Tahun 2024 yang mencakup pelayanan dasar.
“Yaitu dengan indeks 76,1, atau Tuntas Pratama, yang meliputi indikator prioritas yaitu kemampuan literasi, jemampuan numerasi, iklim keamanan sekolah, iklim kebinekaan, iklim inklusivitas, dan angka partisipasi sekolah atau rapor pendidikan Kabupateb Kendal 2024,” beber Feri.
Kepala SD Negeri Pegulon 2, Surono mengatakan, dengan diterapkannya GSS di sekolah nantinya, diharapkan mampu membuat jasmani dan rohani tetap sehat, menuju Generasi Emas Indonesia. Untuk program yang sudah dilaksanakan, yaitu dokter kecil, sekolah lingkungan bersih, termasuk sekolah ramah anak.
“Kalau untuk program dokter kecil, dilakukan oleh siswa mulai kelas tiga. Sedangkan untuk yang sekolah lingkungan bersih dilaksanakan seluruh siswa dari kelas satu hingga kelas enam. Harapan kami seluruh sekolah di Kabupaten Kendal bisa ikut mensukseskan program Gerakan Sekolah Sehat,” ujarnya. (HS-06)