in

Wujud Penghormaran, Bupati Kendal Ziarah Ke Makam Tumenggung Bahurekso di Tegal

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dan Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, saat ziarah di makam Tumenggung Bahurekso yang terletak di Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

HALO KENDAL – Sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu yang berjasa dalam sejarah pemerintahan dan perjuangan, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, beberapa waktu lalu melakukan ziarah ke makam Tumenggung Bahurekso yang terletak di Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Kegiatan ziarah di makam Bupati Kendal pertama tersebut juga turut dihadiri dan didampingi langsung oleh Bupati Kabupaten Tegal, Ischak Maulana Rohman.

Bupati Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kegiatan ziarah atau doa bersama ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Tumengung Bahurekso atas semangat dan jasa perjuangannya dalam memimpin Kendal.

“Ziarah ini menjadi wujud penghormatan kita kepada pimpinan terdahulu yang telah meletakkan dasar pemerintahan dan perjuangan. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua agar senantiasa menjaga nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, selain Bupati Kendal pertama, Tumengung Bahurekso yang dikenal juga sebagai panglima perang kerajaan Mataram Islam.

“Jadi tidak hanya bertanggung jawab untuk Kabupaten Kendal saja, namun juga memiliki tanggung jawab besar terhadap rakyat Mataram, terutama dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat diwilayah kerjaan Mataram,” jelasnya.

Bupati berharap, pelaksanaan ziarah untuk mendoakan para pemimpin Kabupaten Kendal terdahulu, sekarang dan ke depannya mendapatkan ridho dari Allah SWT, sehingga diberikan kelancaran dari awal hingga akhir.

Sementara itu, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, dalam kesempatan itu menambahkan, hubungan historis antara Tegal dan Kendal sudah terjalin sejak lama.

“Pada tahun 1600-an, leluhur dari Tegal dan Kendal telah bersama-sama berjuang. Ini menandakan bahwa Tegal dan Kendal memiliki ikatan sejarah dan budaya yang kuat. Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar daerah,” ungkapnya.

Menurut Ischak, makam Tumenggung Bahurekso dikenal sebagai salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai spiritual dan budaya tinggi, terutama bagi masyarakat di wilayah pantura Jawa Tengah.

“Kegiatan seperti ziarah ini, diharapkan tidak hanya menjadi tradisi semata, namun juga bisa menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan persatuan antar wilayah,” tandasnya. (HS-06)

 

Tamu Hotel di Semarang Meninggal Kondisi Tak Wajar, Diduga Korban Pembunuhan

Dorong SPMB Akuntabel, Wali Kota Semarang Keluarkan Surat Edaran Antigratifikasi