in

Workshop Pencegahan Terorisme Libatkan Pemuda Samarinda

Workshop untuk meningkatkan kesadaran dan peran pemuda dalam menangkal paham intoleransi, radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme, di Convention Center, Samarinda. (Foto : Humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, mengajak para pemuda di Samarinda untuk ikut menolak dan mencegah penyebaran paham radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme.

Ajakan tersebut disampaikan Kompol Agus Isnaini, dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, saat menjadi narasumber dalam workshop untuk meningkatkan kesadaran dan peran pemuda dalam menangkal paham intoleransi, radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme.

Kegiatan yang digelar di Convention Center ini, melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Samarinda, komunitas pemuda, serta perwakilan pemerintah daerah.

Sebagai narasumber utama, Kompol Agus Isnaini memberikan pemahaman mendalam, mengenai potensi terjadinya terorisme di lingkungan masyarakat.

Menurut dia, Pemuda memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mencegah terorisme.

“Dengan pemahaman yang baik tentang radikalisme dan ekstremisme, mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ujar Kompol Agus, seperti dirilis Humas.polri.go.id, Rabu (31/7/2024).

Dia juga menekankan pentingnya deteksi dini dan partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah tindak pidana terorisme.

Selain Densus 88, workshop ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, seperti Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Kaltim, dan seorang mantan anggota kelompok radikal.

Mereka semua memberikan paparan yang komprehensif mengenai akar permasalahan radikalisme, upaya pencegahan, serta pentingnya moderasi beragama.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam workshop adalah pentingnya membangun identitas yang kuat dan positif pada generasi muda.

Hal ini dinilai sebagai salah satu cara efektif untuk mencegah mereka terjerumus ke dalam paham radikal.

“Pemuda harus memiliki identitas yang kuat dan positif agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham radikal. Kita perlu memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Fauzan, perwakilan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Timur.

Workshop ini mendapat sambutan positif dari peserta. Para mahasiswa mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dan termotivasi untuk ikut aktif dalam upaya pencegahan terorisme.

“Workshop ini sangat bermanfaat. Saya jadi lebih paham tentang bahaya radikalisme dan bagaimana cara mencegahnya,” ujar salah seorang peserta. (HS-08)

Gelar Gelar FGD di Pesantren di Kupang, Polri : Terorisme Musuh Kita Bersama

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Kamis (1/8/2024)