in

Dampak Gempa NTT, Kemenag Siapkan Bantuan Pemulihan Sarana Ibadah Semua Agama

Plt Dirjen Bimas Katolik mengunjungi korban gempa Flores. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama tengah menyiapkan bantuan untuk korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Bantuan rencananya akan diserahkan dalam kunjungan kerja Menteri Agama Nasaruddin Umar pada wilayah terdampak.

Hal ini disampaikan Plt Dirjen Bimas Katolik, AM Adiyarto Sumardjono, saat bertemu Uskup Labuan Bajo Mgr Maksimus Regus, di Rumah Keuskupan Labuan Bajo.

AM Adiyarto Sumardjono menyampaikan rencana kunjungan kerja Menteri Agama Nasaruddin Umar ke wilayah terdampak, untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan dukungan pemerintah dalam proses pemulihan.

“Menteri Agama juga akan memberikan bantuan untuk pemulihan sarana ibadah dan fasilitas pendidikan keagamaan untuk semua agama yang terdampak gempa, serta memastikan keberlanjutan pelayanan keagamaan dan pendidikan selama masa pemulihan,” terang AM Adiyarto Sumardjono, di Labuan Bajo, belum lama ini, seperti dirilis kemenag.go.id.

Menurut Plt Dirjen Bimas Katolik, Menteri Agama terus mengikuti perkembangan situasi pascagempa. Menag juga memberikan arahan agar dukungan dan bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Bantuan harus tepat sasaran dan jangan sampai terjadi bantuan yang tumpang tindih atau ‘dobel bantuan’,” tegas Plt Dirjen.

Gempa susulan masih terjadi beberapa kali dalam sehari. Demi keamanan, aktivitas ibadah di gereja yang berisiko dihentikan sementara dan dialihkan ke ruang terbuka.

Di wilayah Keuskupan Labuan Bajo, ada sekitar 150 rumah warga dan 9 gereja yang terdampak.

Selain itu, SMAK Santo Yohanes Paulus II Labuan Bajo juga mengalami kerusakan. Para siswa SMAK hingga kini masih belajar dan tinggal di tenda darurat.

Sementara di Keuskupan Ruteng, lebih dari 50 gereja dilaporkan rusak, termasuk Katedral Ruteng.

Di wilayah Keuskupan Agung Ende, sedikitnya 20 gereja juga mengalami kerusakan.

Uskup Labuan Bajo Mgr Maksimus mengatakan, kehadiran Menteri Agama di tengah masyarakat Flores akan memiliki makna lebih dari sekadar kunjungan kerja.

“Kunjungan ini akan menegaskan pesan Menteri Agama dalam ucapannya bahwa ‘Jangan khawatir, kalian tidak sendiri. Pemerintah dan segenap warga bangsa Indonesia khususnya umat beragama akan ikut memberikan bantuan pertolongan’. Duka Flores adalah duka bangsa Indonesia,” tegasnya.

Ia meyakini, pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen negara melalui Kementerian Agama untuk mendampingi masyarakat melewati masa-masa sulit, memastikan bantuan darurat tersalurkan secara efektif, serta mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi hingga tuntas.

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pembatalan puncak Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026, di Waterfront City Labuan Bajo.

Kegiatan yang masuk Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata itu, dibatalkan demi keselamatan dan sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak. (HS-08)

 

 

Tim K3I Stamaops Polri Perkuat Penanganan Bencana Gempa di NTT

Kanwil Kemenag NTT Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa Ende