in

30 Pelajar Jateng Siap Berlaga di Final OSN Nasional 2026, Ikuti Training Centre di Boyolali

Sebanyak 30 pelajar Jawa Tengah yang bersiap mengikuti final Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat tingkat nasional 2026 mengikuti training centre (TC) dan pendampingan yang digelar di Al Azhar Azhima Hotel Resort and Convention, Boyolali, 22-28 Agustus 2026.

HALO BOYOLALI — Sebanyak 30 pelajar Jawa Tengah bersiap mengikuti final Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat tingkat nasional 2026. Untuk mematangkan persiapan, mereka mengikuti training centre (TC) dan pendampingan yang digelar di Al Azhar Azhima Hotel Resort and Convention, Boyolali, 22-28 Agustus 2026.

Ke-30 pelajar tersebut merupakan finalis yang lolos seleksi tingkat nasional dan akan membawa nama Jawa Tengah dalam kompetisi yang mempertemukan siswa-siswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Panitia Training Centre dan Pelaksanaan OSN 2026, Isnin Ulfana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1595/H3/PN.00/2026 tertanggal 12 Agustus 2026 tentang informasi finalis OSN jenjang pendidikan dasar 2026.

“Training Centre ini bertujuan mempersiapkan kontingen Provinsi Jawa Tengah agar memiliki kesiapan yang optimal dalam menghadapi final Olimpiade Sains Nasional,” ujar Isnin dalam pembukaan kegiatan di Boyolali, Sabtu (22/8/2026).

Menurut dia, persiapan peserta tidak hanya difokuskan pada penguatan kemampuan akademik. Para finalis juga mendapatkan pembekalan strategi pemecahan masalah, pengelolaan waktu, kesiapan mental, kedisiplinan, kesehatan, hingga aspek teknis perlombaan.

Melalui pembinaan tersebut, peserta diharapkan semakin percaya diri dan mampu mengikuti kompetisi dengan tenang, jujur, serta sportif.

“Harapan kami kegiatan ini dapat meningkatkan rasa percaya diri para peserta sehingga mampu mengikuti perlombaan dengan tenang, jujur, sportif, dan memberikan kemampuan terbaiknya,” katanya.

Kontingen Jawa Tengah terdiri atas 15 finalis jenjang SD/MI dan 15 finalis jenjang SMP/MTs sederajat. Mereka berasal dari 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan akan berkompetisi dalam tiga bidang, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Selama mengikuti TC, para peserta didampingi dosen dan pembimbing sesuai bidang masing-masing. Pendamping dari unsur dinas pendidikan kabupaten/kota, sekolah, guru, hingga orang tua juga turut memberikan dukungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan, kemudian dilanjutkan pembinaan akademik, pendalaman materi, latihan pemecahan soal, penguatan strategi kompetisi, pembinaan mental, serta persiapan teknis.

Final OSN tingkat nasional sendiri dijadwalkan berlangsung pada 26-28 Agustus 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.IPem., M.Eng., mengapresiasi perjuangan 30 pelajar yang berhasil menembus babak final nasional.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, saya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada 30 finalis OSN dari Jawa Tengah,” katanya.

Menurut Sadimin, keberhasilan menjadi finalis tingkat nasional merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Namun, ia meminta para peserta tidak cepat berpuas diri dan tetap rendah hati.

“Kalian telah melewati proses seleksi yang panjang dan kompetitif. Menjadi finalis tingkat nasional merupakan prestasi luar biasa. Kalian membawa nama keluarga, sekolah, kabupaten dan kota, serta Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Sadimin menegaskan, OSN bukan hanya ajang untuk mengejar medali. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang untuk membangun budaya belajar, prestasi, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Karena itu, ia meminta para peserta memanfaatkan TC untuk memperkuat pemahaman konsep, strategi pemecahan masalah, kemampuan mengatur waktu, sekaligus membangun kepercayaan diri.

“Training Centre ini bukan sekadar latihan menjawab soal. Ini kesempatan untuk memperkuat pemahaman konsep, strategi pemecahan masalah, pengelolaan waktu, dan rasa percaya diri,” katanya.

Ia juga berpesan agar peserta tidak takut melakukan kesalahan selama latihan. Menurutnya, kesalahan justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.

Selain persiapan akademik, peserta diminta menjaga kesehatan, beristirahat cukup, mengikuti seluruh jadwal dengan tertib, serta memastikan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan telah dipersiapkan.

Kepada para pembimbing, Sadimin menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan. Ia berharap para pembimbing tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan akademik peserta, tetapi juga menjaga kondisi mental dan kepercayaan diri mereka.

“Mohon bantu anak-anak kita agar tidak hanya semakin kuat secara akademik, tetapi juga semakin tenang dan percaya diri,” ujarnya.

Menjelang final OSN, Sadimin meminta para finalis tidak terbebani target maupun terlalu memikirkan persaingan dengan peserta dari daerah lain.

Ia meminta para pelajar fokus pada kemampuan masing-masing dan mengerjakan setiap soal dengan tenang.

“Hadapilah final OSN dengan tenang. Jangan merasa terbebani oleh target dan jangan terlalu memikirkan lawan. Fokuslah pada kemampuan sendiri,” pesannya.

Menurutnya, medali memang menjadi harapan bersama. Namun, kejujuran, sportivitas, keberanian, dan pengalaman belajar jauh lebih penting dalam sebuah kompetisi.

“Prestasi sejati bukan hanya tentang menjadi juara, melainkan tentang memberikan kemampuan terbaik dengan cara yang benar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para finalis tidak berjuang sendirian. Di belakang mereka terdapat dukungan orang tua, guru, sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat Jawa Tengah.

“Tunjukkan bahwa pelajar Jawa Tengah adalah pelajar yang cerdas, santun, disiplin, percaya diri, dan berintegritas,” katanya.

Sadimin berharap OSN dapat menjadi pengalaman berharga bagi para peserta untuk memperluas wawasan sekaligus membangun persahabatan dengan pelajar dari berbagai daerah.

“Apa pun hasilnya, kalian tetap menjadi kebanggaan Jawa Tengah. Namun, saya percaya kalian mampu memberikan hasil terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.

Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Sadimin kemudian secara resmi membuka Training Centre dan Pendampingan Pelaksanaan OSN jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat tingkat nasional 2026.(HS)

Semangat Kemerdekaan Menggema di Lereng Gunung Prau, Warga Ngargosari Gelar Pesta Rakyat