HALO KENDAL — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di lereng Gunung Prau. Ratusan warga Desa Ngargosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menggelar berbagai kegiatan yang sarat kebersamaan dan gotong royong, Minggu (23/8/2026).
Berada di kawasan perbukitan, warga tetap antusias merayakan momentum kemerdekaan melalui rangkaian kegiatan mulai dari jalan sehat hingga berbagai lomba tradisional. Kemeriahan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan keluarga.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan jalan sehat. Mengambil start dan finish di lapangan sepak bola desa, peserta menempuh rute sekitar tiga kilometer melewati jalan antarkampung dan jalan setapak di kawasan permukiman.
Sepanjang perjalanan, peserta disuguhi panorama hijau khas lereng Gunung Prau dengan udara yang sejuk. Meski sejumlah titik memiliki jalur menanjak, semangat warga tidak surut. Gelak tawa dan sapaan warga dari depan rumah justru membuat suasana semakin meriah.
Lagu-lagu perjuangan dan lagu daerah turut mengiringi perjalanan. Sejumlah keluarga juga tampil mengenakan pakaian bernuansa merah-putih. Bahkan, beberapa peserta menggunakan aksesori berbahan daur ulang yang dibuat secara mandiri.
Setelah tiba di garis finis, kemeriahan berlanjut di lapangan desa. Panitia menggelar sejumlah lomba tradisional yang melibatkan anak-anak, di antaranya lomba mengeluarkan bola dari kardus, balap karung jongkok, makan roti dari dahi, serta estafet caping untuk memindahkan gelas menggunakan balon.
Sorak-sorai orang tua yang mendampingi anak-anak membuat suasana semakin semarak. Meski berlomba untuk menjadi pemenang, kegembiraan dan sportivitas tetap menjadi bagian utama kegiatan.
“Ini penting untuk menanamkan jiwa kompetisi yang sehat sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda yang mulai terpinggirkan oleh era digital,” ujar Ketua Panitia HUT ke-81 RI Desa Ngargosari, Ageng Kurnia Adestian.
Kemeriahan kemudian mencapai puncaknya melalui lomba senam aerobik yang diikuti kelompok ibu-ibu. Mengenakan seragam bertema merah-putih, para peserta tampil energik dengan koreografi yang telah dipersiapkan selama berminggu-minggu.
Diiringi musik, setiap kelompok menunjukkan kekompakan, kreativitas kostum, ketepatan gerakan, hingga ekspresi di hadapan juri dan ratusan penonton. Dukungan suami dan anak-anak yang menyaksikan dari tepi lapangan membuat suasana semakin meriah.
Tepuk tangan dan sorakan penonton pun pecah setiap kali satu kelompok menyelesaikan penampilannya.
Ageng mengaku bangga melihat antusiasme warga dalam memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya harus dirasakan di pusat-pusat kota, tetapi juga sampai ke pelosok desa.
“Kami ingin membawa semangat kemerdekaan ini sampai ke pelosok desa. Melalui jalan sehat, lomba anak-anak, dan senam aerobik ibu-ibu, kita bisa berkumpul, sehat bersama, dan saling mempererat persaudaraan. Ini adalah wujud rasa syukur kita atas kemerdekaan Indonesia yang ke-81,” katanya.
Ia berharap perayaan kemerdekaan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat hubungan sosial dan semangat gotong royong masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan pembagian ratusan doorprize bagi peserta jalan sehat serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.
“Melalui lomba-lomba yang digelar, nilai kebersamaan, gotong royong, dan kerja sama warisan para pendiri bangsa dapat terus dilestarikan oleh generasi penerus di Desa Ngargosari tercinta ini,” pungkas Ageng.(HS)


