in

Warga Dua Desa di Banyumas Mulai Kesulitan Air Bersih

HALO BANYUMAS – Situasi kekeringan yang dirasa cukup lama mulai berdampak pada kurangnya ketersedian air bersih untuk warga. Hal itu juga terjadi di Desa Cihonje dan Desa Tlaga, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas.

Dalam rilis yang diterima halosemarang.id, salah satu lembaga keuangan yang ada di Kecamatan Gumelar menyalurkan bantuan air bersih untuk warga di dua desa tersebut sebanyak 7.000 liter. Yaitu masing-masing mendapatkan 4.000 dan 3.000 liter air bersih.

Dengan rincian pasokan air di Desa Cihonje untuk 35 keluarga atau 140 jiwa dan di Desa Tlaga untuk 62 keluarga atau 120 jiwa. Sehingga puluhan warga dari dua desa itupun berduyun-duyun mengantre dengan membawa tempat seperti ember maupun blung, untuk mendapat air layak konsumsi.

Kepala Desa Tlaga, Riswoto mengatakan, memasuki musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Banyumas, kini mulai berdampak di desanya berupa rawan air bersih.

Dirinya menjelaskan sebanyak 254 keluarga atau 1.058 jiwa di delapan RT di Dusun I, sudah sebulan kesulitan air sejak musim kemarau. Sedangkan sumber air Pamsimas yang menjadi andalan warga juga telah mengering.

“Sudah sebulan ini warga mulai merasakan sulit air, bahkan sumber air Pamsimas yang biasa mengalir ke rumah-rumah warga kini juga telah mengering. Sehingga pasokan air sama sekali tidak ada,” jelas Riswoto.

Riswoto menambahkan guna mengantisipasi kekurangan air bersih tersebut salah satu lembaga keuangan di Gumelar memberikan bantuan air bersih untuk sebagian warganya.

“Alhamdulillah hari ini Kamis (24/8/2023), kami mendapat bantuan dropping air bersih dari lembaga keuangan yang ada di Kecamatan Gumelar dan kami apresiasi kepada pihak yang ikut peduli kepada warga kami tersebur,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Tlaga, Mujiatun merasa bersyukur, keluarganya mendapatkan bantuan air bersih. Dirinya menyebut sudah sebulan kesulitan air bersih, akibat sumur di rumahnya telah kering sejak dua bulan belakangan, akibat tidak turun hujan.

“Sudah lama sumur kami kering. Nggak ada air. Kalau mau mandi ya kadang harus menumpang di rumah saudara yang ada air. Atau kadang kalau terpaksa ya pakai air galon,” ungkapnya. (HS-06).

 

Pantang Kalah Dua Kali

Keseruan Ibu-Ibu di Cepiring Kendal Ikut Lomba Sepak Bola hingga Tergopoh-gopoh