HALO KENDAL – Pemukiman warga di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal selalu tergenang banjir rob khususnya saat air laut pasang. Hal tersebut membuat warga meminta kepada pemerintah untuk segera mencarikan solusi mengatasi permasalahan rob tersebut.
Warga sudah melakukan berbagai upaya untuk menghindari rob. Salah satunya, sejumlah warga berinisiatif untuk meninggikan lantai rumahnya agar tempat berteduhnya tidak kemasukan air.
Sementara rumah-rumah yang belum ditinggikan lantainya, terpaksa harus tetap kemasukan air dengan ketinggian bervariasi. Mulai dari semata kaki hingga selutut, bahkan ada yang setengah meter.
Hal tersebut disampaikan Ketua RT 1 RW 5 Karangsari, Tarno, yang berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang baik agar warganya tidak terdampak banjir rob. Salah satunya dengan meninggikan jalan di perkampungannya agar saat air rob datang tidak meluber ke pemukiman warga.
“Kami sih berharapnya pemerintah, jalan ini ditinggikan agar air tidak meluber ke perkampungan. Katanya sih nanti tahun 2025 akan dibangunkan pintu air. Kalau sudah dibuat kemungkinan bisa mengurangi banjir rob. Ya semoga nanti terealisasi,” ungkapnya, Selasa (11/7/2023)
Tarno menjelaskan, wilayah RT 1 RW 5 Kelurahan Karangsari tersebut telah menjadi langganan banjir rob sejak lama. Setidaknya ada 45 rumah di wilayah tersebut yang terdampak rob dengan ketinggian hingga 50 sentimeter.
“Tiap musim rob, datangnya air rob tidak tentu, terkadang pagi, siang, sore atau malam hari. Untuk saat ini, banjir rob terjadi mulai siang hingga sore hari,” jelasnya.
Meski demikian, menurut Tarno, warganya belum berniat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Warga lebih memilih tidur di Kapal mereka saat banjir rob makin meluap.
“Mau mengungsi bagaimana sudah jadi langganan kok. Paling kalau airnya makin tinggi ya warga pada tidur di kapal atau di sofa-sofa yang tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga RT 1 RW 5 Kelurahan Karangsari, Endang mengaku, air rob mulai datang pada pagi hingga sore hari. Meski rumahnya sudah menjadi langganan kemasukan air rob namun dirinya mengaku enggan pindah tempat tinggal.
“Suami saya kan kerjanya nelayan disini. Ya mau pindah bagaimana, kita juga sudah lama tinggal disini. Ya kita berharap saja pemerintah bisa memberikan solusi buat kami,” ungkapnya.
Sementara itu, banjir rob juga berdampak kepada para petani tambak di Karangsari. Salah seorang petani tambak setempat, Dani Darmawan mengatakan, para petani di Karangsari belajar dari kejadian tahun-tahun sebelumnya. Sehingga mereka meninggikan pematang-pematang tambak dan juga melakukan antisipasi lainnya.
“Beberapa petani sudah mengantisipasi dengan meninggikan pematang-pematang tambak, memasang jaring pembatas serta memanen lebih awal. Sehingga rob di tahun ini, kerugian materiil masih bisa ditekan, tidak seperti tahun lalu,” ungkapnya. (HS-06)