in

Wakil Ketua DPRD Jateng Kembali Ingatkan Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Nataru

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko (tengah) saat memimpin Rapat Paripurna DPRD Jateng belum lama ini.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko kembali mengingatkan Pemprov Jateng untuk mengantisipasi kenaikan harga pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dikatakan, sudah menjadi siklus tahunan, bahwa harga beberapa bahan pokok akan naik saat mendekati haru besar dan libur panjang, khususnya Hari Raya Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. Hal itu karena tingginya permintaan bahan pangan di pasaran, yang kadang tak diimbangi dengan ketersediaan stok di daerah.

“Beberapa kebutuhan pokok yang kerap naik saat jelang Natal dan Tahun Baru biasanya beras, cabai, telur, gula pasir, minyak goreng, dan daging ayam. Ini harus segera diantisipasi, mengingat saat ini sudah ada beberapa komoditi pangan yang harganya mulai naik. Salah satunya yaitu gula pasir yang harganya sudah mencapai Rp 17.000 sampai Rp 17.500/kg. Untuk beras kelas premium, bahkan sudah mencapai Rp 14.000 hingga Rp 16.000/kg,” papar politisi Partai Gerindra tersebut.

“Sebelum terlanjur tinggi, perlu dikomunikasikan mungkin dengan Bulog atau yang lain, kalau perlu kita lakukan intervensi terkait dengan stok bahan pangan. Sehingga di pertengahan Desember 2023 harga gula dan beras sudah terkendali,” kata Heri Londo, sapaan akrabnya, baru-baru ini.

Dia menekankan perlu langkah intervensi agar harga kebutuhan pokok pada Nataru bisa dikendalikan dan stabil. Secara konsep, kata dia, kenaikan harga bahan pokok disebabkan oleh permintaan terhadap suatu komoditas cenderung naik atau tinggi, sementara jumlah sediaan barangnya dalam jumlah yang tetap.

Untuk itu, perlu ada intervensi dari pemerintah, termasuk mengawasi peredaran bahan pokok di pasaran. Jangan sampai muncul spekulan-spekulan yang melakukan penimbunan bahan pokok yang bisa berdampak pada tak stabilnya harga.

“Masyarakat sebenarnya bisa terlibat untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok ini. Artinya, masyarakat harus lebih cermat dalam menentukan pembelian suatu barang, baik yang bersifat kebutuhan maupun keinginan. Kalau pembelian itu tidak sesuai kebutuhan atau hanya untuk keinginan saja, maka lebih baik ditunda dulu. Jadi, kita harus pandai-pandai memilah kebutuhan dan keinginan, dan tidak malakukan aksi borong,” ujarnya.

Langkah Antisipasi

Sementara, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan langkah antisipasi guna mengahadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan stabilitas harga bahan pokok.

“Kita harus mengantisipasi melonjaknya harga sembako. Ini perlu kami antisipasi,” kata Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (4/12/2023).

Pantauan secara intensif itu mulai dilakukan untuk melihat gejolak harga pasar untuk volatile food. Hal ini dilakukan agar pada saat Nataru nilai inflasi tetap terjaga. Termasuk mengantisipasi adanya penimbunan bahan pokok.

“Jangan sampai kemudian stabilisasi harga atau inflasi naik kembali. Juga adanya kemungkinan penimbunan-penimbunan sembako,” katanya.

Untuk antisipasi penimbunan bahan pokok tersebut, Pemprov Jateng terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polda Jateng. Sehingga begitu terjadi indikasi penimbunan, maka akan langsung dilakukan langkah tegas.

Antisipasi lain yang dilakukan adalah persoalan transportasi. Sebab, selain berpengaruh pada harga bahan pokok, transportasi juga berkaitan dengan adanya mobilisasi masyarakat pada saat libur Nataru.

“Biasanya kan banyak masyarakat yang akan pulang ke kampung atau daerah masing-masing. Kita harus mampu mengatasi masalah transportasi,” jelas Nana.

Dalam menghadapi Nataru ini, Nana berharap, peran tokoh agama dan masyarakat sangat penting dalam turut menjaga keharmonisan dan kondusifitas. Terlebih Nataru tahun ini juga bertepatan dengan masa kampanye Pilpres dan Pileg.

“Kita harapkan mampu memprediksi dan mendeteksi kemungkinan kerawanan yang akan terjadi, supaya kondusifitas terjaga dan semua masyarakat merasa aman dan nyaman,” katanya.(Advetorial-HS)

Tingkatkan Kunjungan Wisata di Kendal, Kemenparekraf RI Gelar Bimtek Strategi Pemasaran Pariwisata

Pemprov Jateng Dukung Program Tuntaskan 1 Juta Sertifikasi Tanah Pada 2024