HALO REMBANG – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang, diharapkan dapat menjadi salah satu lokomotif kebangkitan ekonomi, yang sebelumnya sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Harapan itu disampaikan Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro”, saat memberikan pengarahan kepada jajaran Dinlutkan di halaman kantor Dinlutkan , Selasa (11/1/2022).
Menurut dia, sebagai bagian dari wilayah pesisir di Jawa Tengah, sektor perikanan di Kabupaten Rembang harus bisa dimaksimalkan, untuk membangkitkan perekonomian.
“Saya harap menjadi salah satu lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Seperti kita ketahui bersama karena pandemi , banyak yang kehilangan pekerjaan, jadi lebih diupayakan potensinya digenjot lagi baik perikanan budi daya maupun tangkap,” kata dia, seperti dirilis Rembangkab.go.id.
Untuk bisa berperan besar dalam kebangkitan ekonomi, Dinlutkan harus menjalin kerja sama dengan banyak pihak, seperti perguruan tinggi dan media massa, dalam mengerjakan seluruh program di sektor perikanan dan kelautan.
Lebih lanjut Gus Wabup, juga mengingatkan Dinlutkan bahwa sektor yang yang menjadi kewenangannya ini menyangkut tata niaga.
“Posisi nelayan dan pembudi daya dalam rantai bisnis atau tata niaga, sangat marginal. Saya harap bapak dan ibu membantu saya dan Pak Hafidz, mengupayakan TPI (Tempat Pelelangan Ikan- red) yang sehat luar dalam. TPI yang mendukung daya jaga mutu ikan dan mutu pembayaran lelang ikan,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinlutkan, M Sofyan Cholid siap melaksanakan arahan Wabup Hanies, seperti TPI harus memberikan pelayanan secara maksimal. Salah satunya menggunakan pelayanan dengan sistem digitalisasi untuk mengurangi kebocoran.
“Dan akan melibatkan OPD lain dalam hal keamanan TPI, ” imbuhnya.
Pihaknya akan mengupayakan pemerataan bantuan terhadap nelayan , pembudi daya, petambak garam, sesuai kebutuhan.
“Bantuan tidak akan diberikan kepada orang itu-itu saja , tapi itu harus secara keseluruhan. Bagaimana kita meningkatkan kesejahteraan sesuai dengan undang- undang nomor 7 tahun 2016 yang berkaitan dengan perlindungan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan untuk lebih baik, sehingga kita bisa mengurangi kemiskinan,” kata dia. (HS-08)