HALO KENDAL – Pemberdayaan kepada para Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kendal terus ditingkatkan. Salah satunya dengan menggelar pelatihan untuk klaster batik oleh Dinas Perdagangan Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kendal, di Gedung Pusat Layanan Usaha Tepadu, Gemuh, Kabupaten Kendal.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari 25 – 27 Juni 2024 diikuti oleh 30 orang pecinta batik di Kabupaten Kendal, baik UMKM baru maupun yang sudah tergabung dalam klaster batik di Kabupaten Kendal.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Disdagkop UKM Kendal, Lytria Wandwiasti menjelaskan, pelatihan dengan menghadirkan narasumber Owner Batik Widji dan Owner Batik Syafi’i.
“Pada pelatihan itu kami menghadirkan Ibu Widji Astuti selaku pemilik Batik Widji Kendal, yang mana salah satu UMKM binaan Disdakop UKM Kendal yang pernah mengikuti pelatihan sejak tahun 2011 lalu, yang saat ini berkembang cukup baik,” terangnya, Jumat (28/6/2024).
Selain itu, lanjut Lytria, juga menghadirkan Owner Batik Safi’i yang diketahui sudah lama ada di Kabupaten Kendal, dan dikelola generasi ke generasi.
“Adapun materi yang diberikan antara lain batik cap, batik jahit dan tulis, serta pencelupan hingga proses perebusan dan pengeringan batik,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Disdakop UKM Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pelaku UMKM kalster batik. Menurutnya saat ini tercatat ada 62 penggiat batik di Kendal.
“Dari 62 peggiat batik di Kabupaten Kendal, terdapat enam orang yang sudah tidak aktif. Sehingga diharapankan melalui pelatihan tersebut akan lebih memacu semangat para penggiat batik di Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Toni juga menjelaskan, bahwa pelatihan ini bersifat umum, tidak hanya diikuti oleh warga yang memiliki kesempurnaan secara fisik, namun juga diikuti oleh warga penyandang disabilitas yang punya skill kemampuan membatik.
“Kami berharap, klaster batik yang menjadi salah satu produk unggulan di Kabupaten Kendal bisa terus ditingkatkan, bisa tumbuh dan naik kelas, serta lebih dikenal oleh masyarakat luas. Baik secara nasional hingga internasional. Sehingga kesejahteraan masyarakat akan lebih meningkat,” harapnya. (HS-06)