in

Umat Kristiani di Grobogan Jalankan Ibadah, Polisi Jaga Sejumlah Gereja

Sejumlah polisi menjaga gereja di Desa Tawangharjo, Minggu (14/9/2025). (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Sejumlah personel Polres Grobogan, Minggu (14/9/2025) menjaga sejumlah gereja yang sedang menyelenggarakan ibadah, seperti di Tawangharjo dan Geyer.

Di Desa Tawangharjo, polisi menjaga umat Kristiani yang sedang melaksanakan ibadah di Gereja Katolik Santo Yohanes, Minggu (14/9/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas rutin kepolisian dalam menjamin kebebasan beragama, serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya saat umat Kristiani melaksanakan kegiatan ibadah mingguan di gereja.

Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono menyampaikan, bahwa pihaknya menempatkan personel di sejumlah titik strategis, termasuk area pintu masuk, halaman gereja, serta jalan sekitar lokasi untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan mengatur arus lalu lintas kendaraan jemaat.

“Kami hadir untuk memastikan umat dapat beribadah dengan tenang, aman, dan tanpa rasa khawatir. Ini adalah bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujar Kapolsek Tawangharjo, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Sebelum kegiatan dimulai, personel melakukan pemeriksaan area gereja bersama pengurus, memastikan tidak ada barang mencurigakan di sekitar lokasi.

Proses sterilisasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif terhadap potensi gangguan keamanan.

Selain pengamanan, anggota Polsek juga melakukan patroli dialogis dan menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga sekitar serta jemaat yang hadir, agar tetap menjaga toleransi, saling menghormati, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Ibadah berlangsung khidmat dan lancar, diikuti oleh puluhan jemaat dari wilayah Tawangharjo dan sekitarnya.

Tidak ada insiden selama kegiatan berlangsung, dan jemaat membubarkan diri dengan tertib usai misa selesai.

AKP Sartono menegaskan, bahwa pengamanan ibadah akan terus dilaksanakan secara rutin, sebagai wujud komitmen Polri menjaga kedamaian dan keharmonisan antarumat beragama.

“Tugas kami bukan hanya menegakkan hukum, tapi juga menjamin hak warga untuk beribadah dalam suasana yang aman,” kata dia.

Di Geyer

Sementara itu di Geyer, polisi juga menjaga Gereja Kristen Indonesia (GKI) Geyer dan Gereja Katolik Santo Paulus, pada Minggu (14/9/2025).

Kapolsek Geyer AKP Bambang Dwiranto mengatakan  pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri, dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh umat beragama dalam menjalankan ibadah, serta sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kehidupan beragama yang rukun dan damai.

Bambang Dwiranto menjelaskan, bahwa pihaknya menerjunkan personel di dua lokasi lokasi ibadah sejak sebelum jemaat datang.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan ibadah berjalan aman dan tertib. Ini adalah tugas kami sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.

Petugas ditempatkan di titik strategis, seperti pintu masuk, halaman parkir, dan jalur lalu lintas sekitar gereja.

Selain itu, personel juga melakukan patroli dialogis di sekitar lokasi guna mencegah potensi gangguan keamanan maupun tindakan provokatif yang dapat mengganggu kenyamanan jemaat.

Sebelum kegiatan dimulai, personel Polsek Geyer bersama pengurus gereja melakukan pemeriksaan terhadap area dalam dan luar gereja sebagai langkah antisipasi terhadap barang-barang mencurigakan.

Hasilnya, seluruh lokasi dinyatakan aman dan siap digunakan untuk ibadah.

AKP Bambang juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada para jemaat dan pengurus gereja agar tetap menjaga toleransi antar umat beragama dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas kebenarannya.

“Kita semua bersaudara. Toleransi adalah fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Kapolsek Geyer menegaskan, bahwa pengamanan ibadah Minggu akan terus dilakukan secara rutin, khususnya di gereja-gereja yang aktif melaksanakan kegiatan mingguan.

“Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi potensi gangguan. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga mempererat kebersamaan,” pungkas AKP Bambang Dwiranto. (HS-08)

Perpaduan Tradisi Budaya dan Teknologi, Nyadran Gunung Digelar di Arenan Kalikesek Kendal

Menag Minta Perguruan Tinggi Hadirkan Temuan Orisinal Berdampak